KUNINGAN, (FC).- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan untuk mendorong lahirnya program desa binaan sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
Langkah tersebut disampaikan saat pengurus HMI Cabang Kuningan melakukan kunjungan ke kantor Disdikbud Kuningan pada Kamis (12/3).
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai kondisi pendidikan di Kabupaten Kuningan, khususnya terkait masih rendahnya angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
Ketua HMI Cabang Kuningan, Muhammad Noval Harits, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk turut berkontribusi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Karena itu, HMI menggagas program desa binaan yang akan difokuskan pada penguatan literasi, pendampingan belajar, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan.
“Program desa binaan ini menjadi bentuk nyata pengabdian kader HMI kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu meningkatkan kesadaran pendidikan, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.
Melalui program tersebut, para kader HMI nantinya akan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan belajar bagi pelajar, penguatan budaya literasi, hingga sosialisasi kepada orang tua agar mendorong anak-anak mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Noval berharap program desa binaan tersebut dapat menjadi awal kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, peningkatan RLS tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai elemen, termasuk kalangan mahasiswa.
“Jika kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan semakin meningkat, maka angka Rata-rata Lama Sekolah di Kuningan juga akan ikut meningkat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kuningan, Carlan, menyambut baik inisiatif yang digagas HMI Cabang Kuningan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dapat menjadi energi positif dalam mendukung berbagai program pemerintah di bidang pendidikan.
“Peran mahasiswa sangat strategis sebagai agen perubahan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat dapat memberikan motivasi dan dorongan bagi generasi muda untuk terus melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap gagasan program desa binaan tersebut dapat direalisasikan secara berkelanjutan serta melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah hingga tokoh masyarakat, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan.(Angga)
















































































































Discussion about this post