KUNINGAN, (FC).- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan melaksanakan panen raya melon sebagai hasil program pembinaan kemandirian Warga Binaan (WB) di bidang pertanian, Senin (2/2). Kegiatan digelar di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian milik lapas setempat.
Panen tersebut merupakan hasil budidaya hortikultura yang dijalankan selama kurang lebih tiga bulan oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas.
Program pertanian ini menjadi salah satu skema pembinaan kemandirian berkelanjutan yang diarahkan untuk membekali peserta dengan keterampilan produktif dan bernilai ekonomis.
Dari panen tersebut, total produksi melon mencapai 61 kilogram. Sebagian besar hasil panen dibeli oleh petugas lapas, sementara sekitar lima persen diserap oleh penyedia bahan makanan (Bama).
Selain memberi nilai tambah ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana motivasi bagi Warga Binaan untuk terus mengembangkan keterampilan kerja.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, mengatakan panen raya melon menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian berjalan efektif dan memberi hasil terukur.
“Panen melon ini menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas melalui proses pembinaan yang terarah. Ini bukan hanya soal hasil panen, tapi juga proses belajar, disiplin, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan pertanian tersebut juga selaras dengan penguatan program pembinaan produktif dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami terus mendorong program kemandirian berbasis keterampilan agar Warga Binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka punya skill yang bisa langsung diterapkan dan bernilai ekonomi,” katanya.
Ke depan, pihak lapas berkomitmen memperluas dan meningkatkan budidaya tanaman hortikultura agar kualitas serta kuantitas panen semakin optimal, sekaligus memperkuat bekal keterampilan Warga Binaan untuk mendukung proses reintegrasi sosial.(Angga)














































































































Discussion about this post