KAB. CIREBON, (FC).- Pandemi COVID-19 telah memukul berbagai sektor dunia usaha, tak terkecuali usaha konveksi, seperti yang dialami Heru, pengusaha konveksi asal Kota Cirebon.
Sebelum pandemi, ia biasa mendapatkan pekerjaan pembuatan tas, kaos pesanan dari pemerintah daerah Kota Cirebon. Tapi sejak pandemi tidak ada lagi pesanan, sehingga otomatis tak ada pekerjaan.
Tak ingin berlama-lama terpuruk, Heru lantas banting setir mencoba usaha baru di bidang kuliner. Ia membuka sebuah rumah makan bernuansa etnik pedesaan yang baru saja dilaunching Jumat pekan kemarin.
“Sedang pandemi gini memang benar-benar pekerjaan kosong. Karena biasa saya dengan pemerintah daerah ada anggaran-anggaran masuk untuk kegiatan pembuatan tas, kaos dan lain-lain. Akhirnya dari situlah terbesit ingin membuka lapangan pekerjaan berupa warung,” kata Heru, pemilik warung makan bernama Wardja disela Grand Opening.
Wardja sendiri merupakan singkatan dari Warung Djadul. Nuansa yang dihadirkan mulai dari interior sampai dengan menu-menunya semuanya bernuansa tradisional etnik.
Memasuki warung makan yang berlokasi di Jl.Ir Soekarno, Desa Kecomberan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon ini, serasa berada di tengah perdesaan. Wardja disekilingnya terdapat hamparan sawah luas nan hijau.
“Warung ini konsepnya beda dari yang lain. Orang-orang kadang bosan makan di mall, bosan ke perkotaan. Nah kita hadirkan konsep seperti ini, warung dekat sawah,” ujarnya
















































































































Discussion about this post