KOTA CIREBON, (FC).- Tak ada yang menyangka, ide kabur empat tahanan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon bermula dari satu orang bernama Jefri Antoni, tersangka kasus pencabulan.
Dialah otak di balik aksi nekat menjebol plafon kamar mandi ruang tahanan hingga berhasil melarikan diri, Rabu (22/10) siang.
Hal itu diungkap langsung oleh Kasi Intelijen Kejari Kota Cirebon, Slamet Haryadi, dalam konferensi pers di kantornya.
“Memang, awal ide kabur pertama kali berdasarkan hasil pemeriksaan kita, ide itu muncul dari Jefri Antoni,” ujar Slamet, Kamis (23/10).
Menurut Slamet, sebelum melarikan diri, Jefri sempat melakukan observasi terhadap kondisi plafon. Ia memastikan apakah jalur di atasnya bisa dilalui empat orang tahanan sekaligus.
“Yang bersangkutan melakukan observasi terlebih dahulu, apakah bisa atau tidak plafon tersebut dilalui oleh empat orang ini. Akhirnya mereka mengambil keputusan melakukan pelarian diri seperti itu,” ucapnya.
Empat tahanan yang kabur itu masing-masing adalah Muhammad Fitriyadi, Habiburokhman, Jefri Antoni, dan Fajar Aldi Pari alias Jarwo alias Bowo alias Danu Santanu.
Tiga di antaranya merupakan terdakwa kasus pencurian, sedangkan Jefri Antoni terseret kasus pencabulan.
Sebelumnya, empat tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon nekat melarikan diri usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon, Rabu (22/10) sekitar pukul 13.30 WIB.
Para tahanan tersebut diduga kabur melalui plafon kamar mandi ruang tahanan pria di PN Kota Cirebon. Usai berhasil keluar, mereka melarikan diri ke arah selatan atau belakang gedung pengadilan.
Diketahui, keempat tahanan tersebut merupakan tersangka dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan asusila. Aksi pelarian itu terjadi sesaat setelah mereka menyelesaikan persidangan.
Petugas dari PN Kota Cirebon, bersama tim Kejari dan aparat kepolisian, langsung melakukan pengejaran ke sekitar area belakang PN Kota Cirebon dan kawasan Q Garden. Hasilnya, tiga dari empat tahanan berhasil ditemukan dan diamankan kembali.
“Tiga tahanan ditemukan bersembunyi di semak-semak belakang PN Kota Cirebon, ada juga yang sempat berusaha kabur ke arah jalan raya,” ujar petugas keamanan Kejari Kota Cirebon, Usman Sumantri.
Pengejaran turut melibatkan Kasi Intelijen Kejari Kota Cirebon, Slamet Haryadi, Kasi Pidsus Ferry Novianto, dan Kasi Barang Bukti Gema Wahyudi, yang turun langsung membantu memburu para tahanan.
Menariknya, salah satu tahanan yang kabur berhasil diamankan berkat bantuan warga. Beberapa warga yang sedang makan siang di rumah makan dekat PN Kota Cirebon melihat seorang pria mencurigakan dan langsung berteriak, memberi tahu petugas yang sedang melakukan pencarian.
Saat ini, tiga tahanan yang berhasil ditangkap tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak Kejari dan Polres Cirebon Kota. Sementara itu, satu tahanan lainnya masih dalam proses pencarian. (Agus)















































































































Discussion about this post