KUNINGAN, (FC).- Seiring perkembangannya, kecintaan masyarakat Indonesia akan kopi Indonesia (khususnya single origin) mulai meningkat. Kopi hingga saat ini masih merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang penting dalam perekonomian Nasional, begitu pula halnya di Kabupaten Kuningan kopi merupakan komoditas unggulan dari sektor perkebunan.
Kabupaten Kuningan juga memiliki hasil produksi kopi yang cukup besar dan kebanyakan di Kuningan hampir 90 % adalah jenis kopi robusta dan 10 % adalah jenis arabika yang tumbuh di kaki Gunung Ciremai. Yang menjadi permasalahan kopi robusta harga jauh lebih rendah dari arabika sehingga berdampak pada gairah pada petani untuk meningkatkan produksinya.
Demikian diungkapkan owner kopi Java Linggarjati Coffee, Oleh Suparjo di sela-sela aktivitasnya mengelola café yang berada di sekitar objek wisata daerah Kuningan.
“Kopi robusta dikenal dengan sebutan kopi rakyat, hal ini karena banyak ditanam pada dataran rendah sampai sedang, namun juga ada yang ditanam di dataran tinggi walaupun populasinya tidak banyak,” ujar Oleh Suparjo.
Menurut Oleh, harga kopi robusta yang khas yaitu pahit dengan kandungan kafein yang lebih tinggi dari kopi arabika sehingga dari aspek varian cita rasa kalah bersaing dengan kopi arabika serta harga jual lebih rendah dari arabika, hal inilah kenapa disebut kopi rakyat, namun belakangan ini permintaan kopi robsuta sudah menunjukkan gairahnya dengan semakin berkembangnya terhadap permintaan kopi robusta, namun masih memiliki permasalahan yaitu kualitas dan kuantitas.
















































































































Discussion about this post