KOTA CIREBON, (FC).- Kesadaran menabung di kalangan pelajar wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) terus meningkat.
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat sebanyak 40 ribu rekening Simpanan Pelajar (SimPel) telah diaktifkan oleh satuan pendidikan hingga Mei 2025, dengan total dana mencapai Rp61,2 miliar.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib menyampaikan capaian ini merupakan hasil dari perluasan program literasi dan inklusi keuangan yang terus dilakukan secara kolaboratif.
“Ini menunjukkan semakin banyak pelajar yang sadar pentingnya menabung sejak dini. Hal ini menjadi fondasi dalam membentuk perilaku keuangan yang adaptif, inklusif, dan berjangka panjang,” ujar Agus, Sabtu (19/7/2025).
Menurut Agus, peran guru dan kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai literasi keuangan kepada peserta didik.
“Dengan dukungan dari institusi pendidikan, sangat menentukan keberhasilan program SimPel dan gerakan Satu Pelajar Satu Rekening (Kejar),” kata Agus.
Sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan inklusi keuangan, OJK Cirebon telah menggelar Kick-Off Hari Indonesia Menabung 2025 di Majalengka Creative Center (MCC) pada Sabtu (19/7/2025).
Dalam kegiatan tersebut, OJK mengadakan talkshow edukasi keuangan yang diikuti oleh guru, kepala sekolah, dan nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Majalengka.
Acara ini turut diisi dengan pembukaan simbolis lima rekening SimPel bagi siswa sekolah dasar, sebagai wujud nyata perluasan akses keuangan formal sejak usia dini.
Agus menegaskan, OJK berkomitmen untuk terus memperkuat literasi keuangan masyarakat, agar publik makin memahami perlindungan konsumen serta mampu mengelola transaksi keuangan secara bijak.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi mendorong percepatan akses keuangan melalui program Kejar. Dengan begitu, kita bisa mencetak generasi cerdas keuangan dan menekan perilaku konsumtif di masa depan,” pungkas Agus. (Agus)











































































































Discussion about this post