KAB. CIREBON, (FC),- Januari 2021 mendatang, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon akan berpisah. Bidang Pariwisata dan Bidang Kebudayaan akan berubah menjadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dan didalamnya menaungi Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang memang cukup berkembang baik di Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, Hartono pada acara Pameran Pariwisata dan Seni Budaya yang berlokasi di Rest Area KM 229 B Tol Kanci-Pejagan, Ciledug, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/11).
Hartono mengatakan, tidak hanya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan nantinya akan menangani Ekraf ini, melainkan bersama dengan Disperdagin dan Dinas Koperasi dan UMKM.
“Karena tetap sesuai tupoksinya yang menangani UKM dan IKM tetaplah berada dibawah naungan kedua dinas tersebut,” ungkap Hartono.
Akan tetapi, terkait ekspos atau promosi tetap akan menjadi tugas dan fungsi dari pariwisata. Sebab, memang unsur penting dalam pariwisata tidak hanya seni budaya dan kuliner, melainkan IKM, UKM, atau Ekraf menjadi unsur pendukung penting sektor pariwisata.
“Nantinya, ketika dinas pariwisata dan kebudayaan ini sudah berdiri sendiri, akan ada bidang yang menangani promosi ekraf ini. Yang didalamnya bukan saja kuliner melainkan seluruh produk,” ujar Hartono kepada FC.
Ia menuturkan, dibawah payung Kebudayaan dan Pariwisata lah Ekraf secara tepat ditangani lalu dipromosikan kepada khalayak umum.
Hartono menilai kualitas IKM yang hadir mengikuti dalam pameran ini sudah sangat bagus. Pihaknya akan memfasilitasi para IKM untuk memperbaharui kemasan tiap produk. Sehingga, produk yang dijual lebih menarik perhatian para konsumen.
Hartono juga mengatakan, dalam mendukung kegiatan pariwisata maupun Ekraf wilayah Ciayumajakuning, termasuk Kabupaten Cirebon didalamnya, juga menjadi alasan diadakannya pameran pariwisata dan seni budaya yang berlokasi di rest area ini.
Menjadi lokasi singgah dan perlintasan masyarakat luar kota merupakan alasan Hartono memilih rest area menjadi lokasi pameran, yang juga bisa menjadi fasilitas bagi para pelaku usaha seperti IKM, UKM, dan Ekraf untuk mempromosikan produknya secara langsung kepada masyarakat luas, khususnya pengguna jalan tol.
Ketua Komunitas Ekraf Kabupaten Cirebon, Gunawan juga menyampaikan, pada proses tahap awal hingga akhir, Ekraf tetap menjadi bagian dari Disperdagin, dan tahap promosi dan ekspos akan menjadi bagian pariwisata.
Menurut Gunawan, tak dapat memungkiri memang jika dinas pariwisata tidak akan terlepas dari Disperdagin maupun Dinas Koperasi dan UKM.
Dibaratkan sebagai seorang wanita, tutur Gunawan, ekraf oleh Disperdagin akan melatih dan mempercantik wanita ini menjadi pribadi yang memiliki karakter yang elegan, sopan dan santun, serta mendandani wanita ini menjadi cantik, serta anggun.
“Nantinya, setelah wanita ini telah sempurna, sudah selesai pelatihan dan pembimbingan maka, akan diserahkan kepada Dinas Pariwisata untuk dipromosikan atau untuk dijadikan sebagai duta pariwisata. Artinya, ekraf dan kawan-kawannya ini akan menjadi bagian dari pariwisata yang akan menarik wisatawan,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)















































































































Discussion about this post