KAB. CIREBON, (FC).- Sebagai pelopor produsen saus berbahan dasar ubi sejak Tahun 1960, PT SBCR sudah banyak diakui kiprahnya telah berkontribusi membangun perekonomian daerah sekitar.
Hal tersebut terungkap dalam Peringatan Tahun Baru Islam dan Milad 63 Tahun perusahaan yang dikenal luas dengan Brand Surabraja tersebut.
Hadir dalam kegiatan pendiri sekaligus Owner PT SBCR Hj Rupiah, Presiden Komisaris H Jaelani, Ketua Komite Keluarga H Abdul Qodir, Presiden Direktur H Mohamad Yusuf, Direktur Keuangan dan Umur DR Adam Safitri, Direktur Produksi Dede Nurkholis, Direktur Marketing Vivaldina Rahmatullah.
Selain menggelar doa bersama ratusan karyawan dan seribuan warga sekitar, terdapat ceramah agama oleh KH Dartam Damiri dari Ponpes Al-Mishbah Kota Cirebon.
Disusul berbagi keceriaan dengan kocok kupon berhadiah 2 sepeda motor, sepeda ontel dan ratusan hadiah lain di Halaman Pabrik Desa Kasugengan Kidul Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, Rabu (19/7).
Presiden Direktur PT SBCR H Mohamad Yusuf melalui Direktur Keuangan dan Umum DR Adam Safitri menegaskan, di tahun kedepan kontribusi Surabraja untuk negeri ini akan terus ditingkatkan, diantaranya akan dilakukan ekspansi dan pemerataan distribusi ke seluruh pelosok daerah di Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan produk pertanian dalam negeri yakni ubi bisa diolah menjadi bernilai ekonomi tinggi serta bisa dinikmati juga berkontribusi signifikan bagi perekonomian rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Dikatakan, secara langsung kiprah Surabraja sangat membantu petani sekaligus pemerintah yang sudah sepatutnya mengangkat harkat dan martabat petani lokal termasuk diantaranya petani ubi.
“Kami yakin di usia yang sudah sangat mapan ini, layak mengemas cita-cita menjadi inspirasi Indonesia,” tegasnya.
Progres pertumbuhan permintaan akan produk dari perusahaan ini terutama saos terus meningkat, sehingga kini telah tersebar di lebih dari 3000 titik distribusi.
Bukan hanya di Pulau Jawa, Surabraja telah merambah ke Pulau Sumatera, seperti Banda Aceh, Batam dan Kota Padang, juga Pulau Kalimantan dan Pontianak.
“Untuk itu, semakin banyak yang mengonsumsi, semakin banyak orang yang memperoleh keuntungan ekonomi, terutama petani dan mitra kami. Semakin banyak terdistribusi tentu juga akan banyak mengakomodir SDM yang mana dari putra putri dalam negeri,” tuturnya.
Ratusan SDM lokal daerah sekitar juga kata día terus diakomodir. Karena kehadiran Surabraja sudah menjadi cita-cita kami sejak didirikan bisa memiliki manfaat bagi khalayak.
“Namun kami tetap mengetatkan sistem agar SDM lokal juga harus disiplin, giat bekerja dan harus selalu mengasah kemampuannya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Komite Keluarga PT SBCR H Abdul Qodir menegaskan Surabraja lahir dari situasi sulit pasca kemerdekaan, setelah sedikit berkembang diterpa krisis moneter tahun 1998 dan terbaru di Tahun 2020 kita menghadapi Virus Corona.
“Namun kami masih tegak berdiri dan di momentum Tahun Baru Islam dan peringatan Harlah kami ini harus mampu melejitkan kembali dengan sasaran yang lebih luas bahkan kita merancang untuk go Internasional,” tegas pria yang akrab disapa Bang Haq tersebut.
Semakin perusahaan ini besar ia memastikan sudah seharusnya kontribusi perusahaan juga makin terasa untuk masyarakat Indonesia. Kewajiban itu terus ditunaikan, dalam setahun bisa mencapai miliaran rupiah.
“Dana CSR tersebut bertujuan agar keberadaan kami bisa mendongkrak tumbuhnya usaha kecil dan masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin memberi manfaat besar bagi kemajuan bangsa dan negara bahkan Dunia,” katanya.
Ke depan ia merencanakan akan ada sesuatu yang baru dan berbeda dimana saat ini tengah di riset, bagaimana ada olahan hasil pertanian yang lebih fariatif bukan hanya saos dengan bahan baku ubinya, kecap dengan kedelainya, gula batu dengan tebunya.
“Bisa saja hasil bumi yang banyak ini, kita ciptakan inisiatif produk yang kreatif lagi di tahun kedepan. Contoh ubi saja, di negara Jepang dan Korea itu sangat menjadi favorit dan dibanggakan oleh mereka. Sangat rugi kalau di kita hanya memproduksi saos saja. Bisa saja olahan makanan atau cemilan yang digemari atau yang lainnya,” pungkasnya. (Suhanan/rls)
















































































































Discussion about this post