KUNINGAN, (FC).- Malam masih pekat ketika satu per satu jamaah berdatangan ke Masjid At-Taqwa Jalaksana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kamis dini hari (12/3/2026). Di dalam masjid, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar pelan. Suasana khusyuk menyelimuti ratusan jamaah yang memilih menghidupkan malam dengan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Sebagian jamaah duduk bersila sambil membaca Al-Qur’an, sementara lainnya menunaikan salat sunnah. Ada pula yang sekadar bersandar sejenak, mengumpulkan tenaga untuk kembali bangun di sepertiga malam terakhir.
Ketua DKM Masjid At-Taqwa Jalaksana H M Anwar Solihin SE MM mengatakan kegiatan i’tikaf tersebut merupakan bagian dari program Ramadan yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh pengurus masjid.
Menurutnya, pada malam-malam ganjil jumlah jamaah yang mengikuti i’tikaf bisa mencapai 100 hingga 200 orang, sedangkan pada malam genap sekitar 80 jamaah.
“Mereka tidak hanya berasal dari masyarakat Kecamatan Jalaksana, tetapi juga ada yang datang dari luar kecamatan untuk memaksimalkan ibadah di malam Ramadan,” ujarnya.
Selama i’tikaf, jamaah mengisi waktu dengan berbagai kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, salat tahajud, serta qiyamul lail yang dilaksanakan secara berjamaah.
Untuk menunjang kenyamanan jamaah yang bermalam di masjid, pengurus DKM juga menyiapkan berbagai fasilitas sederhana seperti kopi, teh, snack, hingga makan sahur bersama.
“Kami ingin jamaah merasa nyaman sehingga bisa lebih fokus beribadah selama i’tikaf,” kata Anwar.
Tak hanya i’tikaf, Masjid At-Taqwa Jalaksana juga dipenuhi berbagai kegiatan selama Ramadan. Di antaranya tarhib Ramadan yang diikuti sekitar 1.000 santri dari DT dan TPQ, salat tarawih berjamaah dengan imam para hafiz Al-Qur’an, serta pembagian takjil gratis sekitar 100 hingga 150 paket setiap hari.
Masjid tersebut juga menyelenggarakan Pesantren Ramadan yang diikuti sekitar 206 santri dari tingkat DT, TPA hingga siswa sekolah dasar.
Di luar kegiatan ibadah, kepedulian sosial juga menjadi bagian dari program Ramadan masjid tersebut. Pengurus masjid menyalurkan santunan kepada 140 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, dhuafa, serta penyandang disabilitas.
Selain itu, pembagian sembako gratis juga dilakukan setelah salat subuh pada minggu kedua dan keempat selama bulan Ramadan.
Bagi para jamaah, i’tikaf bukan sekadar bermalam di masjid. Di tengah sunyinya malam Ramadan, mereka berharap dapat mendekatkan diri kepada Allah sekaligus meraih keberkahan Lailatul Qadar yang dinantikan umat Muslim. (Angga)












































































































Discussion about this post