KUNINGAN, (FC).- Ada sebutan baru yang disematkan oleh masyarakat desa Karangsari Kecamatan Darma kepada Bupati Kuningan, H. Acep Purnama. Sebutan ini mencuat saat Bupati Kuningan menghadiri ekspose potensi wisata dan panen raya Jagung di tempat Obyek Wisata Pasir Batang Desa Karangsari Kecamatan Darma. Sebutan baru tersebut adalah Bupati Beton atau Acep Beton.
Menurut Aen, salah satu warga Karangsari, sebutan ini pantas diberikan kepada Acep Purnama dikarenakan selama kepemimpinannya banyak jalan penghubung antar desa dan kecamatan yang dibangun dengan sistem betonisasi.
“Pertama-tama saya ucapkan pada Bupati yang selama ini kami kenal Pak Bupati tuh pak Acep Beton, kenapa disebut Acep Beton karena sekarang Alhamdulillah dari desa ke desa dan lewat kecamatan-kecamatan sedang digalakan pembuatan rambat beton jalan, yang itu sangat kita rasakan, daripada kita buat dengan pengaspalan itu lebih bagus dan lebih kuat beton, makanya kami sebut Acep Beton,” jelas Aen, yang juga menjabat sebagai Ketua Kompepar Desa Karangsari ini.
Kasi Kesejahteraan Desa Karangsari, Asep Setiawan juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Acep Purnama sangat pantas jika disebut dengan panggilan Acep Beton.
“Bapak Bupati Kuningan memang sangat layak untuk mendapat predikat Acep Beton, yang saya tahu semua jalan usaha tani yang dialokasikan dari APBD semuanya dibeton,” jelasnya.
Menangapi panggilan Acep Beton untuk dirinya, Bupati Kuningan Acep Purnama sambil tersenyum menjelaskan bahwa kontur tanah di Kabupaten Kuningan yang akan dibangun menjadi jalan berbeda-beda. Untuk kontur tanah yang atasnya kering dan bawahnya lembek, sistem betonisasi sangat tepat utuk diterapkan.
“Saya kira, saya hanya melihat kontur tanah yang harus dibangun menjadi jalan ini khan berbeda-beda, ada yang atasnya kering bawahya lembek, kalau pola pembangunannya dengan betonisasi dengan coran itu akan jauh lebih bagus karena dari sisi ketebalan dan sisi kepegasan, dan saya rasa dengan beton itu sebagai pondasi awal dan nanti bisa disempurnakan dengan hotmik atau latasir,” jelas Acep.
Menurut Acep, dirinya lebih konsentrasi terhadap hasil terbaik. Acep mengatakan kalau jalan itu ada istilah onderlah. Onderlah itu ditanami batu-batu besar sebagai penguatan dan sebagai pondasi awal, lalu di atasnya ada agregat, tapi dengan beton baik onderlah sama agregat itu semuanya sudah terpenuhi.
“Kalau saya mah mau disebut apapun terserahlah,mau Bupati Beton, Mau Acep Beton, yang penting betonisasi ini kan hanya berlaku untuk jalan bukan seolah-olah saya ini seorang yang keras hati dan lain sebagainya,” pungkasnya. (Bambang)















































































































Discussion about this post