KUNINGAN, (FC).- Sesuai catatan yang ada, Almarhumah HJ. Utje Choeriah Suganda adalah satu-satunya sosok wanita yang pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Kuningan. Sosok Bunda Utje ini juga menjadi salah satu tokoh yang menginspirasi Heni Susilawati, Mantan Ketua KPU Kabupaten Kuningan.
Menurut Heni, kesenjangan gender dalam kehidupan politik masih menjadi sebuah tantangan yang terus dihadapi hingga saat ini. Keterlibatan perempuan dalam setiap aktivitas politik jumlahnya masih belum signifikan, baik di eksekutif maupun legislatif.
Wanita kelahiran Kuningan yang pernah menjabat sebagai anggota KPU Kabupaten Kuningan tahun 2008-2013 dan Ketua KPU Kabupaten Kuningan periode 2013-2018 ini berharap semakin banyak wanita-wanita yang berani tampil dalam panggung politik, ikut andil besar dalam menentukan arah kebijakan publik.
“Selama 10 tahun saya pernah bergelut dalam panggung politik sebagai penyelenggara, kadang saya berpikir dan diskusi dengan beberapa sahabat, apakah sebaiknya saya harus ikut terjun langsung ke politik praktis, entah itu di eksekutif ataupun legislatif,” ujar Heni saat diwawancara di salah satu Kedai Ramen di sekitar Bunderan Cijoho.
Saat ditanyakan kepada dirinya, apakah dirinya siap untuk ikut bertarung dalam perhelatan Pilkada periode yang akan datang, wanita yang menyandang gelar Sarjana Sosiologi dari Universitas Indonesia dan gelar Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menyatakan kesiapannya jika ada dukungan dari publik di Kabupaten Kuningan.
“Kalau ditanya siap tidak siap,pasti saya jawab siap, tapi khan tentunya kesiapan saja tidak cukup, harus ada dukungan yang signifikan, apalagi modal saya hanya keinginan untuk berbakti kepada masyarakat Kuningan dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kalau modal finansial saya bisa tegaskan, saya tidak punya modal itu,” lanjutnya.
Menurut wanita yang dikenal dengan hobi Nikreuhnya ini, kesiapan dirinya ini jangan dipandang sebuah ambisi kekuasaan, namun lebih ke arah agar wanita-wanita hebat di Kabupaten Kuningan berani tampil untuk bersaing menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Kuningan.
“Walaupun Pilkada masih sekitar 3 tahunan lagi, kita selalu disuguhkan oleh Partai-Partai dengan nama-nama yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, mana ada partai di kuningan yang berani munculkan calon Kepala Daerah Wanita?,” tegasnya.
Heni mengakui, selepas tidak menjabat sebagai Ketua KPU dan lebih banyak waktu dengan “Nikreuhnya”. Dia mencoba dengan Nikreuh berkeliling Kuningan sambil memahami permasalahan-permasalahan riil yang dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Kuningan.
Heni juga pernah mendapatkan kesempatan menimba ilmu tentang kebudayaan, politik, gaya hidup dan membangun jejaring dengan rekan sejawat di Amerika. Pengalaman yang sangat berarti baginya dalam program yang fokus pada Perempuan dan Politik di AS, undangan Internasional Visitor Leadership Program (IVLP) 2019 yang bertema ‘Women and Political Participation’.
“Semoga selain saya, banyak wanita hebat di Kabupaten Kuningan juga muncul menyatakan kesiapannya,” pungkas wanita yang kini menjadi Dosen tetap FE Uniku, Prodi Manajemen ini. (Bambang)














































































































Discussion about this post