KOTA CIREBON, (FC).- Mall Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik Pemerintah Kota Cirebon yang berlokasi di Kantor Dinas Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), memiliki daya tarik tersendiri.
Di Mall UMKM tersebut tersedia berbagai produk pelaku usaha yang memiliki ciri khas masing-masing. Dari mulai produk makanan, minuman, pakaian, batik, sepatu, souvenir dan produk lainnya yang diproduksi menggunakan tangan terampil warga Kota Cirebon maupun diolah secara modern.
Produk-produk tersebut tidak terdapat di tempat lain karena hasil tangan terampil para pelaku usaha berciri khas daerah. Mall UMKM di DKUKMPP pun menarik perhatian masyarakat global, diantaranya dari Thailand dan Kamboja
Kepala DKUKMPP Iing Daiman mengatakan, disela studinya di Indonesia khususnya di Kota Cirebon sebanyak 6 mahasiswa dari negeri Gajah Putih dan Kamboja mengunjungi Mall UMKM.
“Mall UKM memperoleh kunjungan sebanyak 6 orang mahasiswa/i dari Thailand dan Kamboja yg sedang melaksanakan Student Exchange di Kampus STIMIK IKMI yg sekaligus juga tindak lanjut kerjasama antara DKUKMPP dengan STIMIK IKMI dalam upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia termasuk pelaku UMKM untuk Go International,” katanya, Sabtu (22/7).
Pihaknya, sangat mengapresiasi dan merasa bahagia sekaligus bangga ketika ada mahasiswa internasional termasuk akademisi yang sharing pengetahuan dalam upaya peningkatan dan pemberdayaan UMKM terutama diera digital sehingga diharapkan para pelaku UMKM bisa naik kelas.
“Salah satu mahasiswa Thailand, Thidathip Sinthasut menyatakan rasa bahagianya bisa berkunjung ke Mall UKM krn bisa melihat langsung produk-produk UMKM Kota Cirebon dan sekitarnya bahkan dia tertarik ingin belajar cara membuat batik dgn segala keunikannya,” ujarnya.
Ini adalah angin segar bagi pelaku usaha UMKM dan dapat menjadi motivasi agar produk UMKM dari Kota Cirebon dapat tembus pasar luar negeri.
“Ini adalah sebuah kesempatan yang baik agar produk UMKM dari Kota Cirebon dikenal dan dapat menembus pasar internasional,” pungkasnya. (Frans)














































































































Discussion about this post