KOTA CIREBON, (FC). – Gelombang aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa di Kota Cirebon terus bergulir. Hari ini, Selasa (11/3), mahasiswa kembali menggeruduk Gedung DPRD Kota Cirebon, guna menuntut pemerintah menstabilkan harga bahan pokok.
Ketua GMC, sekaligus Koordinator Lapangan Elemen Masyarakat Cirebon, Yuda Thomas Saputra mengatakan, situasi negara dan pemerintah yang menaikan harga beberapa bahan pokok sangat memberatkan masyarakat.
“Hal ini terbukti dengan masyarakat semakin tercekik akan harga bahan pokok terlebih harga minyak goreng yang saat ini melejit,” katanya, Senin (11/3).
Selain itu, mahasiswa juga menuntut untuk menunda dan mengkaji ulang Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (IKN).
“Ditambah seperti adanya paksaan pemerintah terkait RUU IKN yang menurut kami masih perlu dikaji kembali dengan mempertimbangkan situasi kondisi lingkungan alam dan masyarakat yang terdampak dari pembangunan IKN ini,” paparnya.
Selain itu dirinya menilai, belum pulihnya perekonomian pasca di serang pandemi seharusnya bisa menjadi urgensi pemerintah saat ini.
“Seharusnya saat ini pemerintah berfokus kepada kesejahteraan rakyat, bukan malah membuang uang untuk IKN,” jelasnya.
Selain bahan pokok dan pembentukan IKN, harga BBM juga turut menjadi sorotan mahasiswa, karena mengalami kenaikan secara drastis.
“Dalam jangka waktu yang berdekatan pemerintah menaikkan beberapa komoditi penting yang ada dalam masyarakat seperti harga minyak goreng dan BBM,” paparnya.
Selain itu rencana 3 periode presiden Joko Widodo sangat amat ditentang oleh mahasiswa.
“Justru hal ini akan sangat jelas menciderai konstitusi dan merusak hasil reformasi. Dari hal ini kita bisa mencermati bersama bahwa situasi fenomena demokrasi elektorialisme sedang terjadi di negara kita ini. Isu presidential threshold harus segera dihentikan oleh Presiden Jokowi sendiri,” tutupnya.
Aksi demonstrasi tersebut sempat beberapa kali mengalami kericuhan dan saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian.Masa demonstrasi membubarkan aksi usai adzan Magrib. (Sakti)












































































































Discussion about this post