Sebagai contoh ketidakseriusan Pemprov adalah belum selesainya Gedung Olah Raga (GOR) Watubelah yang masih belum selesai sampai dengan saat ini. Dibutuhkan waktu lima tahun untuk menyelesaikan GOR di Kabupaten Cirebon.
“Seharusnya, Pemprov Jabar perlu menunjukan semangat lebih terhadap pembangunan Ciayumajakuning sebagai skala prioritas dalam pembangunan di Jawa Barat,” kata Luthfi.
Luthfi mengungkapkan, dengan memekarkan Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Cirebon Timur, langkah tersebut menjadi keputusan yang tidak bijaksana dari Pemprov Jawa Barat.
Saat disinggung mengenai rencana Gubernur Jawa Barat dalam membuat rancangan Segitiga Rebana sebagai motor perekonomian di wilayah utara Jawa Barat, Luthfi memastikan rencana tersebut hanya merupakan slogan semata.
Ia menilai masih belum terlihatnya program yang kongkret dari Pemprov Jabar mengenai Segitiga Rebana yang bersinergi dengan Kabupaten Cirebon.
“Tunjukan satu saja apa yang bersinergi dengan Kabupaten Cirebon dari program Segitiga Rebana. Saya anggap Pemprov serius kalau saja ada satu program dari Segitiga Rebana yang bersinergi dengan Kabupaten Cirebon,” ujar Luthfi.
Diperlukan adanya program bersama antara, Pemprov Jabar dengan pemerintah Kabupaten Cirebon mengenai Segitiga Rebana, lanjut Luthfi. Pemprov selama ini belum memaparkan tugas Kabupaten Cirebon terkait dengan projek Segitiga Rebana. Diungkapkannya, Pemprov Jabar belum terlalu serius untuk membangun wilayah utara Jawa Barat. (Muslimin)














































































































Discussion about this post