KOTA CIREBON, (FC).- Pada masa libur long weekend ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon bersama beberapa personil dari Denkesyah (Detasemen Kesehatan Wilayah) menyiapkan layanan swab dan rapid tes bagi pengunjung obyek wisata Gua Sunyaragi dan Keraton Kasepuhan.
Dinkes Kota Cirebon menyiapkan 200 rapid tes dan 50 swab tes untuk masing-masing lokasi obyek wisata tersebut beserta tim medis, Kamis (29/10).
Pada kegiatan rapid tes yang berlangsung sehari ini tidak ada yang terbukti reaktif baik tim posko Goa Sunyaragi maupun Keraton Kasepuhan.
Adapun alat rapid tes yang sudah terpakai diantaranya secara keseluruhan tim terdapat 60 alat rapid terpakai dan 7 alat uji swab yang terpakai.
Harapan Kepala Dinkes Edy Sugiarto sendiri tidak adanya yang positif dari ke 7 orang yang melakukan uji swab tersebut.
Dilakukannya rapid tes sendiri adalah untuk mengetahui seberapa besar persebaran spreader dari luar Kota yang memasuki Kota Cirebon.
Adapun penempatan tim pengecekan atau tim tenaga medis ini di 2 lokasi wisata potensial yaitu Goa Sunyaragi dan Keraton Kasepuhan.
Tentunya, hal ini dilakukan bersamaan dengan tim dari Dinas Pariwisata, baik Provinsi, Kota, dan Kabupaten.
“Kita bersama tim dari dinas pariwisata totalnya kurang lebih ada 50 orang,” ungkap Edy, pada Jum’at (30/10)
Adapun teknisnya, Kepala Dinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto menjelaskan, tidak seluruh pengunjung di rapid melainkan beberapa saja sebagai perwakilan atau guna sampling saja.
Misalkan, kata Edy, dari 100 orang dalam 1 kelompok maka akan diambil 10 orang dari berbagai kalangan usia mulai dari anak hingga manula, juga baik lelaki maupun perempuan.
Apabila dalam pengetesan ada yang reaktif maka orang tersebut akan di lanjutkan untuk tes swab di hari dan tempat yang sama dan pihak Dinkes Kota Cirebon akan menghubungi pemerintah asal daerah pengunjung yang reaktif tersebut.
“Setelah terbukti reaktif kita akan swab, lalu kita pulangkan apabila orang ini miliki kendaraan pribadi, dan apabila tidak maka akan kita isolasi hingga hasil swabnya keluar,” tutur Edy, pada FC.
Namun, pihak Dinkes dan rekan dari tim lainnya tidak memaksakan pengunjung untuk rapid tes. Hanya saja, tetap harus ada pengunjung yang lakukan rapid ini guna menghindari persebaran yang lebih banyak lagi.
Dalam uji rapid pada Kamis (29/10) mayoritas yang melakukannya adalah dewasa lansia. Karena memang, dominan pengunjung atau wisatawannya pun orang-orang lansia, juga dewasa.
Asal daerahnya pun beragam beberapa diantaranya ada Indramayu, Brebes, dan Tegal.
Untuk orang-orang dewasa lainnya banyak pula yang tidak ingin lakukan rapid tes, karena dirasa sudah merasa cukup sehat. Namun, disisi lain beberapa orang pun khawatir.
Pengetesannya sendiri dimulai sejak pagi pukul 09.00 hingga pukul 12.00 siang nanti. Adapun terkait jumlah keseluruhan personil tenaga medis cek covid 19 terdapat 20 orang dengan 10 orang per tim. (Sarrah/Job/FC















































































































Discussion about this post