KOTA CIREBON, (FC).- Mall UKM Kota Cirebon terus berkembang pesat dan kini menampung hingga 430 produk unggulan UMKM, tidak hanya dari Kota dan Kabupaten Cirebon, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Barat hingga luar provinsi.
Jumlah ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding saat pertama kali berdiri yang hanya menampung 210 produk.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengatakan produk yang dipasarkan di Mal UKM berasal dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan), Pangandaran, hingga Jambi.
“Mall UKM telah menjadi etalase bersama bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, hingga minuman khas seperti teh kulit kopi atau kaskara,” ujar Iing, Rabu (20/8/2025).
Menurut Iing, lonjakan jumlah produk tak lepas dari dukungan Pemkot Cirebon melalui surat edaran Wali Kota tentang tata cara penerimaan tamu dinas. Hampir semua kunjungan resmi diarahkan ke Mall UKM, sehingga setiap hari selalu ada rombongan dari berbagai daerah.
“Hampir setiap hari minimal ada tiga kabupaten/kota yang berkunjung. Bahkan pernah dalam satu pagi, antara pukul 09.00–12.00 WIB, kami menerima tamu dari sembilan daerah sekaligus,” jelasnya.
Tak hanya dari dalam negeri, Mall UKM Cirebon juga pernah kedatangan pengusaha asal Jepang dan mahasiswa internasional yang tertarik melihat potensi produk lokal.
Lebih dari sekadar pusat promosi, Mall UKM juga difungsikan sebagai mini laboratorium pembelajaran bagi pelaku usaha, mahasiswa, maupun peneliti.
Mereka dapat mempelajari proses pengembangan UMKM sekaligus memberi masukan untuk peningkatan fasilitas, termasuk workshop yang masih perlu dipublikasikan lebih luas.
Iing menegaskan, keberadaan Mall UKM Cirebon telah memberi dampak signifikan terhadap promosi dan penjualan produk, sekaligus memperluas jejaring pasar UMKM Ciayumajakuning.
“Harapan kami, Mall UKM Cirebon dapat terus menjadi pusat promosi unggulan yang mampu mendorong UMKM berkembang hingga menembus pasar internasional,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post