
Sempat pula, lanjutnya, digembor-gemborkan akan ada penertiban akan tetapi, hingga saat ini dia dan pedagang lain tak melihat pergerakan tersebut.
Tak hanya trotoar yang dipadati pedagang, ia juga menyayangkan akan lapak-lapak pedagang yang kini terbengkalai di sekitaran wajah pemakaman Gunung Jati yang tampak tidak indah untuk dipandang.
Oleh karenanya, Yuli dan beberapa pedagang lainnya pun masih menunggu penertiban dari pihak terkait untuk lapak yang terbengkalai sehingga, akan memperindah wajah kawasan Gunungjati.
Sementara itu, terdapat beberapa warga yang merasa cukup kurang nyaman dan biasa saja dengan kondisi trotoar juga lapak yang terbengkalai.
“Saya sih santai, jalan di bahu jalan kan ramean juga jadi biasa saja,” ujar salah seorang peziarah Tika.
Anak-anak pun, lanjut Tika, bisa mereka pegang dan awasi, juga dapat digendong. Sehingga, aman dan tak perlu risau.
Sedangkan peziarah lainnya seorang pria berusia 40 tahunan akhir Suripno menyampaikan, alangkah lebih baik untuk lapak terbengkalai dibereskan karena, kurang sedap dipandang.
Juga, kasian kepada peziarah yang juga pengguna jalan harus melintasi bahu jalan yang menjadi perlintasan kendaraan yang tidak diketahui seberapa cepat laju kendaraan tersebut.
“Ya bahayalah, kan ga tau kapan mobil atau motor ngebutnya atau mereka melengnya, kalau mereka bisa kendalikan sendiri dan ga melukai orang kalau melukai salah satu keluarga kita gimana,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)
















































































































Discussion about this post