“Dari 35 penanganan laporan pelanggaran ini tentunya ada macam-macam alasan seperti adanya pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik dan pelanggaran terhadap undang-undang lainnya. Termasuk saat ini kami sedang menangani 1 pelanggran pidana yang kasusnya sudah sampai pada tingkat sidang di pengadilan,” paparnya.
Terkait keamanan, Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan, dengan jumlah 3.286 TPS di Indramayu maka dalam pola pengamanan dipastikan sudah di klasifikasikan menjadi 3 TPS rawan, kurang rawan dan sangat rawan. Adanya klasifikasi TPS tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antar pendukung kontestan hingga adanya kerawanan bencana berdasarkan geografis di masing-masing wilayah saat pemungutan suara berlangsung.
“Dari 3 klasifikasi TPS itu, kami Polres Indramayu sudah menyiapkan personil gabungan pengamanan dari KODIM 0616 Indramayu, Satpol-PP Indramayu dan Linmas di wilayah setempat, sehingga jika dijumlahkan secara keseluruhan sebanyak 12.000 lebih personil keamanan akan diterjunkan pada saat pemungutan suara,” katanya.
Sementara itu Ketua KPU Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok mengharapkan, angka partisipasi pemilih untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Tahun 2020 bisa meningkat dibandingkan saat pemilu sebelumnya.
“Partisipasi pemilih diharapkan meningkat di atas angka 56%, sehingga menjadi tantangan sendiri ditengah pandemi ini angka partisipasi pada Pilkada Indramayu Tahun 2020 ditargetkan bisa 77%. Atau 65% sudah bagus untuk Indramayu,” harapannya.
Hal yang sama diharapkan Sekda Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo. Dalam kesemoatan itu, Sekda menegaskan kesiapan menjelang 21 hari pemungutan suara pada Pilkada di Indramayu Tahun 2020 dapat terlaksana dengan sukses dan aman, terlebih angka pastisipasi pemilih bisa meningkat berkat upaya sosialisasi yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Pertama pelaksanaan Pilkada di Indramayu Tahun 2020 berbeda karena dalam situasi pandemi, untuk itu kesadaran masyarakat untuk patuh protokol kesehatan wajib dilaksanakan. Kami juga dalam hibah anggaran Pilkada jika masih dianggap belum maksimal segera mungkin kami akan memenuhi. Sementara untuk angka pastisipasi pemilih justru kami targetkan 77 Persen, karena kami sudah melakukan sosialisasi sebelumnya, ” ujarnya. (Agus)















































































































Discussion about this post