MAJALENGKA, (FC).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka menggelar pelatihan jurnalistik bagi tim kelompok Teknologi Informasi (IT). Hali itu Guna mengasah kemampuan dalam dunia tulis menulis untuk keleompok tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di kantor KPU Majalengka itu, menghadirkan narasumber dari Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam.
Hadir pada acara tersebut, Ketua KPU Kabupaten Majalengka, Agus Syuhada, Ketua Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat, Cecep Jamaksari dan Sekretaris KPU Majalengka, Mohamad Hasan Sukur.
“Pelatihan ini dalam rangka memberikan pencerahan kepada tim IT terkait jurnalistik, guna memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kegiatan KPU,” tutur Ketua KPU Majalengka, Agus Syuhada, di kantor KPU setempat, Rabu (4/11).
Dikatakan dia, KPU sendiri saat ini memanfaatkan sosial media yang dimilikinya, untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Namun, untuk mengisi konten tersebut mengalami kendala karena pengetahuan akan jurnalistik masih minim.
“Pelatihan ini untuk memberikan pembelajaran, bagaimana metode menulis siaran pers yang baik dan benar sesuai dengan kaidah jurnalistik,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Majalengka, Jejep Falahul Alam menyampaikan, bahwasanya semua orang bisa membuat karya jurnalistik asalkan memiliki keinginan yang kuat dan mau belajar, bukan hanya sekadar teori, karena menurut pribahasa juga, “bisa itukarena biasa”.
“Semua butuh proses. Semua wartawan juga tidak ujug-ujug bisa menulis berita, mereka juga terus belajar secara rutin,” terangnya.
Menurut dia, dalam menulis siaran pers pada dasarnya sama dengan menulis berita seperti dilakukan para wartawan. Namun, ada beberapa karakteristik yang dimiliki yakni aktual, faktual, penting, kedekatan dan menarik.
Mengenai struktur penulisanya, lanjut dia, menggunakan pola piramida terbalik. Harus terdiri dari judul, baris tanggal, teras berita dan tubuh atau isi berita.
“Siaran pers yang yang baik menjawab pertanyaan siapa, apa, kapan, di mana, kenapa dan bagaimana,” bebernya. (Ibin).










































































































Discussion about this post