
Tindakan yang diambilnya adalah melakukan tracing terhadap tetangga sekitar pasien positif Covid-19 itu.
Kemudian dari hasil tersebut ada sejumlah orang yang kontak erat, sekurangnya 20 orang tetangganya sudah dilakukan pemeriksaan swab.
“Kita akan terus upayakan lakukan test swab disekitar rumahnya sampai mencapai angka 160 orang,” cetusnya.
Sementara ketersediaan alat pengaman diri (APD) untuk petugas medis yang rentan melakukan kontak langsung dengan pasien, masih mencukupi hingga akhir tahun ini. Namun untuk tahun depan pihaknya tidak menjamin ketersediaannya.
Beralih ke kapasitas bed untuk isolasi pasien positif Covid-19, Edi menyebut sisa saat ini yang kosong di RST Ciremai satu bed dan RSD Gunung Jati empat bed.
Bila sembilan pasien yang baru dilakukan isolasi, maka bed yang ada tidak akan mencukupi. Solusinya mungkin ditempatkan di ruang perawatan di Gedung Balai Diklat BKKBN.
“Sedangkan untuk alat swab test portabel kemungkinan akan dioperasikan minggu depan, karena reagen yang diterima baru satu box,” tukasnya.
Diinformasikanya, untuk klaster Covid-19 di RS Putra Bahagia ada sembilan orang, dari dokternya sendiri dan para perawatnya.
Mereka ini ada yang berdomisili di kabupaten tapi bekerja di RS Putra Bahagia Kota Cirebon. Saat ini yang masih dirawat tinggal dua orang saja. (gus)
















































































































Discussion about this post