“ Embumg itu harusnya bisa bermanfaat sesuai rencana awal yakni sebagai pengendali banjir dan sebagai penyedia air untuk pengairan di areal pesawahan yang ada di Kecamatam Karangwareng dan sekitarnya. Kami mendesak kepada BBWSCC untuk meninjau ulang agar pembangunan embung yang telah menelan anggaran sebesar Rp8.3 miliar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pintanya.
Sementara itu, Kuwu Desa Dumurkondang, Heriyanto menyesalkan pembangunan embung yang tak berfungsi optimal. Pemerintah desa mendesak agar BBWSCC untuk melakukan perbaikan kondisi Embung Sumurkondang pasca dihantam hujan deras serta debit air yang tinggi.
Kini kondisinya amburadul bahkan muncul retakan besar karena longsor dan menjadi jalur air dari hutan.
“Bangunan Embung Sumurkondang terlalu rendah sehingga menyebabkan daya tampung air menjadi terbatas, terlebih tebing-tebing yang rawan longsor tidak disender sehingga menyebabkan sedimentasi embung menjadi lebih cepat. Kami berharap BBWSCC bisa membenahi embung agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” pinta Kuwu penuh harap. (Nawawi)













































































































Discussion about this post