KOTA CIREBON, (FC).- Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat (3/2). Kedatangannya disambut langsung oleh Sultan Sepuh XV, PRA Luqman Zulkaedin.
Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat, DPRD Kota Cirebon, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon.
Fadli Zon mengapresiasi kondisi Keraton Kasepuhan yang dinilai masih terawat dengan baik. Meski demikian, ia menilai masih diperlukan sejumlah langkah perbaikan dan revitalisasi, mengingat keraton tersebut merupakan bangunan bersejarah yang telah berdiri sejak abad ke-15.
“Keraton ini sangat tua dan memiliki nilai sejarah tinggi. Kita akan segera menetapkannya sebagai cagar budaya nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Keraton Kasepuhan memiliki kekayaan arsitektur yang mencerminkan perkembangan lintas zaman, mulai dari abad ke-15. Kompleks keraton yang mencapai sekitar 25 hektare ini juga menyimpan banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan budaya di Cirebon.
“Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan mendorong program revitalisasi, khususnya pada bangunan-bangunan cagar budaya. Selain itu, perhatian juga diarahkan pada penguatan museum yang ada di dalam kawasan keraton,” kata Fadli Zon.
Menurut Fadli Zon, koleksi museum Keraton Kasepuhan sudah tergolong lengkap dan bernilai tinggi. Namun, diperlukan sentuhan dalam aspek penyajian, seperti penguatan narasi, literasi sejarah, hingga penataan tata pamer dan pencahayaan agar lebih menarik dan informatif bagi pengunjung.
“Storytelling-nya perlu diperkuat agar lebih hidup. Kita ingin kualitasnya bisa mendekati standar museum nasional,” ungkapnya.
Salah satu titik yang juga menjadi perhatian adalah kawasan Keraton Pakungwati, yang diyakini sebagai tempat awal yang ditempati oleh Sunan Gunung Jati. Lokasi tersebut direncanakan untuk direvitalisasi sesuai dengan lanskap aslinya untuk memperkaya narasi sejarah Keraton Kasepuhan.
Tak hanya Keraton Kasepuhan, Kementerian Kebudayaan juga tengah mendata sejumlah keraton lain di Cirebon, seperti Keraton Kanoman dan Kacirebonan untuk kemungkinan program revitalisasi serupa.
Fadli Zon menegaskan, upaya pelestarian ini akan dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah, DPRD, serta pihak keraton sebagai pengelola utama.
“Sinergi semua pihak sangat penting agar warisan budaya ini tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post