KOTA CIREBON, (FC).- Perkembangan pesat suatu wilayah akan berdampak langsung pada pola kembang anak-anak. Ketersediaan fasilitas yang berpihak kepada anak menjadi perhatian. Demikian juga masalah perlindungan anak juga menjadi hal prioritas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat Poppy Sophia Bakur mengatakan, Kota Cirebon sebagai kota yang paling pesat perkembangannya di wilayah timur Jabar, juga kedepannya pasti dihadapkan permasalahan ini.
Disebutkannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk pemenuhan hak anak.
Persentase anggaran untuk pemenuhan hak anak, termasuk anggaran untuk penguatan kelembagaan.
“Tersedianya sumber daya manusia (SDM) terlatih Konvensi Hak Anak (KHA) dan mampu menerapkan hak anak kedalam kebijakan, program dan kegiatan. Adanya data anak terpilah, menurut jenis kelamin dan umur,” jelasnya kepada FC, usai pertemuan dengan Wakil Walikota Cirebon, Selasa (16/6).
Poppy juga meminta presentase anak yang teregistrasi dan mendapatkan kutipan akte kelahiran harus terus ditingkatkan. Karena dari data yang diterimanya di Kota Cirebon baru mencapai 9,3 persen saja.












































































































Discussion about this post