KOTA CIREBON, (FC).- Guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menggelar Sosialisasi Pencegahan Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Cirebon, dengan materi Pencegahan Penyebaran Covid-19.
Indikator kekumuhan ini hasil kerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dana Kawasan Permukiman Kota Cirebon.
Lurah Kecapi, Mimin Minarsih mengatakan, dalam pemberian materi menghadirkan narasumber dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Cirebon (DPRKP) dan Dosen STIKES Kota Cirebon, dihadiri ketua RW se-Kelurahan Kecapi, berlangsung di Gedung Sernaguna kelurahan Kecapi, Selasa (27/10).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada DPRKP dan pemateri serta para pengurus RW se-Kelurahan Kecapi yang telah menghadiri kegiatan sosialisasi ini,” tuturnya
Mimin melanjutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, terutama dari wilayah pemukiman penduduk. Ia berharap dari sosialisasi ini dapat menghasilkan solusi pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan permukiman.
“Hingga saat ini pemerintah terus bekerja keras untuk menangani pandemi Covid-19 agar wabah ini dapat diminimalisir, bahkan bisa dituntaskan sehingga kita kembali ke kehidupan normal,” kata Mimin.
Dikatakannya, hingga kemarin (Senin, 26/10), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon, khususnya di Kelurahan Kecapi masih terdapat penambahan kasus, sehingga Kelurahan Kecapi belum bisa keluar dari zona merah.
“Pada Senin kemarin ada penambahan kasus Covid-19 terjadi pada dua katagori, yakni pada katagori kasus terkonfirmasi sebanyak tiga orang, salah satunya dari Kelurahan Kecapi satu orang. Sedangkan dari Kasus Kontak Erat, Kelurahan Kecapi bertambahn enam orang,” ungkapnya.
Untuk mencegah bertambahnya kasus Covid-19, pihaknya secara rutin melakukan sosialisasi dengan cara woro-woro yang melibatkan semua elemen termasuk pengurus RW.
“Dalam kegiatan woro-woro yang dilaksanakan setiap hari, kami melibatkan pengurus RW untuk ikut serta melakukan sosialisasi di RWnya masing-masing,” paparnya
Ditegaskannya, pihaknya tidak henti-hentinya dan tidak akan bosan menghimbau dan memperingatkan warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan menjalan 3M.
“Jangan lengah dan tetap waspada karena pandemic Covid-19 belum berakhir,” tandas Mimin.
Ia juga tidak bosan-bosannya mengajak pengurus RW dan RT untuk terus melakukan sosialisasi terutama dalam menggunakan masker setiap keluar rumah.
“Kita tidak tahu apa yang terjadi kedepan, sebab yang paling berbahaya itu Orang tanpa Gejala (OTG) yang menular kepada orang lain, seperti kasus Sekda Kota Cirebon, Wakil Ketua DPRD, Kadisdik dan masih banyak lagi yang tertular akibat OTG ini,” pungkasnya. (Zaga/Job/FC)














































































































Discussion about this post