Namun dari hasil swab tes menyeluruh yang diberlakukan hasil akumulasi dari akhir Agustus dan awal September pada target 20 ribu swab tes. Sedangan hasil swab massal dari Kantor Setda belum di publish, karena belum menerima bukti fisik dari laboratorium.
“Untuk hasil swab massal kantor Setda Kabupaten Cirebon masih kita tunggu hasilnya. Bila sudah ada bukti fisiknya baru kita publish kembali,” katanya kepada puluhan wartawan.
Dari 53 kasus tersebut, menurut Enny, merupakan hasil tracing dari kasus konfirmasi positif, diantaranya dari kluster Suranenggala, Tengah Tani, dan dari pasien yang saat ini di rawat di rumah sakit.
Baca Juga: Pelacakan Masif, Kasus Positif Covid-19 Kab. Cirebon Terus Naik
“53 kasus ini merupakan hasil tracing dari kasus konfirmasi sebelumnya. Dari 53 kasus ini, ada 12 orang yang merupakan ASN,” jelas Enny.
Ke-12 ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19, tambah Enny, ada yang berasal dari tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas, dan ada juga tenaga kesehatan rumah sakit, serta dari perkantoran.
“Bila ada yang terkonfirmasi, kita langsung melakukan tracing 1×24 jam. Karena tiap kali mendapat informasi yang positif kita langsung koordinasi dengan Puskesmas. Walaupun memang hasil fisiknya baru sekarang, tetapi treatment nya kita sudah lakukan,” pungkasnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post