KOTA CIREBON, (FC).- Sudah dua tahun sejak Kota Cirebon mendapatkan hibah 10 unit Bus Rapid Transit (BRT) dari Kemenhub RI melalui Dishub Jabar.
Namun, sampai saat ini BRT tersebut belum pernah mengaspal secara operasional. Hanya terparkir rapih di halaman parkir belakang Kantor Dishub Kota Cirebon.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Kadishub Jawa Barat Hery Antasari datang ke Kota Cirebon memberikan harapan, guna mempercepat pengoperasian BRT. Dengan mengajukan revisi terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur Jabar, tentang jaringan Bus Trans Jabar.
“Ya, regulasinya harus direvisi dulu, yakni SK Gubernur Jabar. Apapun opsi yang akan diambil untuk pengoperasian BRT ini,” ucapan singkat, usai bertemu Wakil Walikota Cirebon di Balaikota, Minggu (6/12).
Disebutkan Hery, ada tiga opsi yang bisa dilakukan untuk pengoperasian BRT ini, dan harus diputuskan opsi mana yang akan dipakai.
Opsi pertama yakni BRT akan dioperasikan dengan trayek melintasi wilayah Cirebon Raya. Ini berarti pengelolaannya ada pada Dishub Provinsi Jabar.
Dengan begitu, BRT bisa memiliki trayek bukan hanya melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon saja, tapi bisa sampai ke wilayah Majalengka. Karena di Majalengka telah hadir Bandara BIJB, sehingga BRT ini bisa menjadi solusi transportasi ke sana.
Kemudian opsi kedua adalah, konsep Kota – Kabupaten Cirebon. Karena hanya dua wilayah, maka tidak perlu Dishub Jabar yang mengelola. Tapi kedua daerah bisa membuat MoU untuk bekerjasama dalam pengoperasian BRT itu.
“Untuk opsi ketiga, kita nanti minta arahan dari Kemenhub. Karena awal dari BRT ini yang menginisiasi adalah pemerintah pusat,” imbuhnya.
Dikonfirmasi, Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menambahkan, Pemkot Cirebon terus berupaya mencari solusi terbaik agar sepuluh unit BRT bisa beroperasi untuk melayani masyarakat. Karena masyarakat membutuhkan transportasi yang aman, nyaman dan terjangkau.
Beroperasinya BRT, diyakini Eti, dapat mempercepat perkembangan daerah, bukan hanya Kota Cirebon, tapi wilayah sekitarnya juga. Karena nantinya BRT ini akan terkoneksi dengan wilayah yang akan dilaluinya.
“Intinya kami ingin BRT ini segera bisa dioperasikan. Keputusan opsi apa yang nantinya diambil, semuanya saya kira bisa diterima. Misalnya bila bekerjasama dengan Kabupaten Cirebon, kami siap. Yang penting BRT ini bisa melayani masyarakat dalam pemenuhan transportasi,” tutupnya. (Agus)















































































































Discussion about this post