KOTA CIREBON, (FC).- Pelaksanaan pekerjaan pengisian air ke resevoir berkapasitas 9000 m3 sudah rampung. Perumda Air Minum Tirta Giri Nata (PDAM TGN) Kota Cirebon kini mengalirkan atau mendistribusikan air bersih ke pelanggan sudah menggunakan resevoir ini.
Dirut PDAM TGN, Sofyan Satari kepada FC Minggu (6/12), menuturkan, secara umum pelaksanaan pengisian dan pemanfaatan reservoir sudah selesai dikerjakan. Dan sistem pengaliran atau distribusi sekarang ini, sudah memanfaatkan reservoir 9.000 m3.
“Alhamdulillah seluruh tim bekerja keras dan gerak cepat (gercep), mulai Sabtu malam (5/12) pukul 20.00 resevoir mulai diisi air. Pengisian dilakukan dengan pengawasan ketat, kebocoran sedikit saja maka pengisian harus dihentikan untuk diperbaiki langsung. Tapi hal itu tidak terjadi, sehingga pengisian bisa berjalan sesuai dengan rencana,” jelasnya.
Opang demikian sapaan akrabnya merinci, pekerjaan yang dilakukan tim adalah melakukan setting valve, valve di inlet dan outlet reservoir. Kemudian baru pengisian reservoir, dengan pemantauan debit inlet dan outlet reservoir. Tim juga melakukan pemantauan ketat level air yang ada di dalam reservoir.
Setelah semuanya sesuai prosedur, dilakukan pengaliran kembali ke pipa existing (sistem lama). Kembali tim memantau debit dijalur pipa utama, dimana akan mengalihkan air bersih ke pelanggan dan ini dinamakan proses spai atau normalisasi pengaliran.
“Diperkirakan resevoir 9000 m3 itu terisi penuh dalam waktu 3 jam. Kemudian baru disalurkan kesistem perpipaan existing. Jadi reservoir baru sudah bisa penuh dan sistem pengaliran saat ini sudah memanfaatkan reservoir 9.000 m3,” terangnya.
Baca Juga: PDAM Kota Cirebon Mulai Isi Resevoir 9000 M3
Walaupun sudah sesuai prosedur, kata Opang, guna mengantisipasi terjadinya kendala pihaknya melakukan kembali pemeriksaan dan evaluasi terhadap resevoir dan pipa existing. Juga melakukan pemantauan tekanan dengan data logger, pemantauan level dan juga debit air.
Dengan beroperasinya resevoir ini, Opang menyebutkan, akan meningkatkan jam pelayanan air bersih kepada pelanggan. Karena tambahan tekanan dari resevoir 9000 m3, diharapkannya bisa menjangkau pelanggan yang biasanya terjadi gangguan. Disamping itu, untuk menstabilkan pengaliran khususnya pada jam puncak pemakaian, seperti pagi dan sore hari.
“Terkait penambahan pelanggan baru, Insya Allah bisa setelah pemanfaatan pipa JDU dan pengaliran sudah memanfaatkaan skema sistem baru,” imbuhnya.
Sementara itu seorang pelanggan PDAM di Kelurahan Jagasatru, Watini (44) mengaku, gangguan air PDAM terjadi sekitar Sabtu pukul 21.00. Dan sudah mulai mengalir sebelum subuh atau Minggu pukul 03.00. Namun pada awalnya air yang mengalir agak keruh, setelah 15 menit kemudian air sudah jernih.
“Minggu subuh, air PDAM sudah ngocor lagi. Awalnya agak keruh, mungkin karena dikuras tapi sebentar sudah jernih lagi. Mudah-mudahan dengan perbaikan ini air mengalir normal 24 jam,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post