KUNINGAN, (FC).- Upaya percepatan penangan dan pencegahan stunting di Kabupaten Kuningan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengenalkan Program Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Melalui Program Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Kuningan.
Program tersebut kolaborasi atau kerjasama antara Pemda Kuningan dan Kodim 0615 Kuningan, bertempat di GOR Ewangga Kuningan, Kamis (21/7)
Danrem 063/SGJ Kolonel Inf. Dany Rakca menyampaikan perintah Bapak Kasad, saat beliau dikukuhkan menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting beberapa waktu lalu, dimana secara otomatis para Komandan Satuan Kewilayahan mulai dari Danrem, Kodim, Koramil hingga Babinsa jadi Bapak Asuh Anak Stunting di wilayahnya masing-masing.
Danrem menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam persoalan stunting ini karena persoalan stunting ini merupakan permasalahan bangsa yang pada akhirnya bermuara pada usaha menciptakan generasi Indonesia yang unggul, sehat dan berkualitas.
Program Bapak Asuh Stunting, lanjut Danrem, adalah program yang dibuat guna meningkatkan gizi pada anak-anak yang mengalami masalah dalam tumbuh kembang dan akan secara langsung melakukan monitoring terhadap gizi anak asuhnya melalui makanan sehat yang dibuat oleh tim pendamping keluarga (TPK).
“Program Bapak asuh memiliki konsep, setiap donatur akan membantu anak-anak asuhnya yang terkena stunting dan berasal dari keluarga tidak mampu, berupa dana yang akan digunakan oleh TPK untuk membuat makanan yang sehat dengan gizi seimbang, Sehingga target penurunan stunting 14 persen 2024 tercapai sesuai arahan Presiden Jokowi dan saya ingin di Kabupaten Kuningan ini Merdeka Stunting, tidak ada lagi anak yang stunting di Kabupaten Kuningan,” papar Danrem.
Sementara itu, Bupati Acep menyampaikan bahwa Percepatan Penurunan Stunting Merupakan Program Nasional Yang Telah Dicanangkan Oleh Bapak Presiden Jokowi untuk dilakukan penanggulangannya dengan melibatkan multisektor upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.
Upaya Ini, lanjit Acep, Akan Lebih Efektif Apabila Dilakukan Secara Konvergen Dari Berbagai Sektor. Pemda Kuningan Melalui SKPD terkait telah melakukan beberapa intervensi bekerjasama dengan sektor swasta, Universitas, Baznas, PMI, Organisasi Profesi, Maupun Asosiasi/Perhimpunan, Yang Secara Langsung Maupun Tidak Langsung Berdampak Pada Penurunan Stunting.
“Untuk menambah akselerasi percepatan penurunan stunting di kabupaten kuningan, maka perlu adanya pendampingan secara langsung melalui program bapak asuh anak stunting,” jelas Acep.
Program Bapak Asuh, menurut Acep, membuka ruang terbuka secara luas bagi siapapun di Kabupaten Kuningan yang ingin membantu anak-anak penderita stunting maupun pencegahan stunting kepada anak yang baru lahir.
“Kami Pemerintah Kabupaten Kuningan sangat mendukung dan mengapresiasi terhadap kegiatan kerjasama antara Pemda Kuningan dengan Kodim 0615 kuningan melalui program bapak asuh anak stunting yang melibatkan semua sektor yaitu Kodim, Koramil, Polres, Polsek, SKPD, Pemerintahan Kecamatan, Puskesmas, Pemerintah Desa, serta kerjasama sektor swasta. diharapkan kegiatan ini dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Kuningan tahun 2022,” ungkap Acep.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan H. M. Ridho Suganda, Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kuningan menjelaskan upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Upaya ini akan lebih efektif apabila dilakukan secara konvergen.
Konvergensi membutuhkan keterpaduan proses perencanaan, penganggaran dan pemantauan kegiatan secara lintas sektor untuk memastikan tersedianya setiap layanan intervensi gizi spesifik kepada keluarga sasaran prioritas (1000 HPK) dan intervensi gizi sensitif untuk semua kelompok masyarakat, terutama masyarakat miskin.
Ridho juga melaporkan bahwa Ada 3 (Tiga) tahapan kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam rangka percepatan penurunan stunting diantaranya Regulasi Daerah Terkait Stunting Pada Tanggal 12 Mei 2022, Menghasilkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 050/Kpts.249-Bappeda/2022 Tanggal 23 Maret 2022 Tentang Pembentukan Tim Percepatan Penurunan (TPPS) Kabupaten Kuningan.
Kemudian, masih Ridho, Pemetaan Dan Analisis Situasi Program Terkait Stunting Pada Tanggal 14 Juni 2022, Menghasilkan 48 Desa Lokus Intervensi Stunting Tahun 2022 Yang Merupakan Gabungan Sejak Tahun 2019-2022 dan Rembuk Stunting Pada Tanggal 30 Juni 2022, Menghasilkan Komitmen Bersama (Mou) Kegiatan Intervensi Di Desa Lokus Yang Akan Dilakukan Oleh Berbagai Sektor.
Selain itu, Ridho juga menyampaikan, ada beberapa kegiatan yang sudah, sedang dan akan direncanakan oleh beberapa SKPD Terkait, Diantaranya Intervensi Gizi Spesifik Oleh Dinas Kesehatan Dan Jajarannya Berupa pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil dan remaja putri untuk mencegah anemia, pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita gizi kurang, promosi dan konseling inisiasi menyusu dini (IMD) dan asi eksklusif, penyuluhan pemberian makanan bayi dan anak (PMBA), pemantauan pertumbuhan di posyandu, pemberian imunisasi pada bayi, pemberian vitamin A bagi bayi dan balita, pemberian obat cacing pada ibu hamil, dan remaja putri, promosi gizi seimbang, penyediaan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR)
Intervensi Gizi Sensitif Oleh SKPD terkait stunting berupa Pendampingan Calon Pengantin, Pasca Persalinan, Ibu Hamil, Dan Pendampingan Keluarga, lalu Pembangunan Spam, Penyediaan Sub Sistem Pengolahan Septic Tank, Spal, Dan Pembangunan Sistem Drainase, Perbaikan Rutilahu, Pemberian PMT Anak Sekolah, Workshop Parenting, Peningkatan Kapasitas KPM Dan Kader, Publikasi Terkait Stunting, Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Bansos Sembako, Pendataan Fakir Miskin, Pendataan PBI, Bansos PKH Bimbingan Catin, Remaja Usia Nikah, Dan Usia Sekolah dan Bahkan Pemda Kuningan Dengan Lintas Sektor Swasta, Pendidikan, Rumah Sakit, Dan Organisasi Masyarakat Berkomitmen Untuk Bekerjasama Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Kuningan.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kuningan. dr. Hj. Susi Lusiyanti, mengatakan Upaya Penurunan Stunting memerlukan kolaborasi baik antara pemerintah melalui SKPD/SOPD, Sektor Swasta, Masyarakat, Akademisi, Pelaku Usaha, Dan Media.
“ Alhamdulillah kegiatan ini terselenggara atas kerjasama pemda kuningan melalui dinas kesehatan dengan Danrem 063/ Dandim 0615 kuningan sangat diperlukan adanya partisipasi dan peran aktif dari semua pihak dalam rangka akselerasi percepatan penurunan stunting, salah satunya yaitu dengan program bapak asuh anak stunting,” kata Susi.
Semoga dengan adanya pertemuan ini, lanjut Susi, dapat mengetuk hati semua pihak untuk bersedia menjadi bapak asuh anak stunting, sehingga kasus stunting di kabupaten kuningan menjadi menurun.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan MOU Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Melalui Program Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Kuningan dan Penyerahan Susu dan Buah Buahan secara Simbolis Kepada Anak Asuh. (Ali)












































































































Discussion about this post