KAB. CIREBON, (FC).- Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Cirebon sempat mengalami penurunan. Namun menjelang hari raya Iduladha ini jumlah kasus PMK kembali merangkak naik.
Data yang berhasil dihimpun Fajar Cirebon, hingga tanggal 4 Juni kemarin jumlah sapi yang masih menderita PMK 18 ekor. Sementara yang sudah sembuh ada 84 ekor dan yang mati 2 ekor serta dipotong paksa 3 ekor. Jumlah kasus tersebut masih tersebar di 8 desa dari sebelumnya tersebar di 19 desa di 16 kecamatan.
Dari 8 desa yang masih bergejala PMK itu yakni, Desa Jatimerta Kecamatan Gunungjati sebanyak 1 ekor, Desa Kamarang Kecamatan Greged, 2 ekor, Desa Karangwangi Kecamatan Depok 3 ekor, Desa Kempek Kecamatan Gempol 1 ekor, Desa Lurah Kecamatan Plumbon 1 ekor, Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun 6 ekor, Desa Klangenan Kecamatan Klangenan 1 ekor dan Desa Panggangsari Kecamatan Losari 3 ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan mengatakan, kasus PMK di Kabupaten Cirebon kini kembali naik menjelang hari raya kurban ini.
Alex mengatakan, jumlah kasus PMK di Kabupaten saat ini sebanyak 34 kasus dan tersebar di sembilan desa. Dari jumlah kasus tersebut, 3 ekor diantaranya dipotong paksa.
“Jumlah kasus semula turun kini mulai naik lagi jelang idul adha ini. Tapi dibandingkan dengan tahun 2022 memang ada penurunan,” kata Alex, kemarin.
Menurut Alex, peningkatan jumlah kasus PMK terjadi akibat lalulintas hewan kurban yang mulai ramai menjelang Iduladha ini. Upaya yang dilakukan Dinas Pertanian dalam menekan angka PMK adalah dengan pemberian vaksin. Alex menyebut, tahun ini Dinas Pertanian menargetkan vaksinasi PMK sebanyak 3.800. “Tapi pemberian vaksin ini masih terkendala karena kita mengandalkan dari provinsi. Dan provinsinya juga dari pusat,” terangnya.
Selain itu, pencegahan juga dilakukan dengan melakukan cek poin untuk setiap sapi atau kerbau yang masuk ke Kabupaten Cirebon. “Kita ada cek poin milik provinsi yang ada di Losari. Mayoritas sapi ini dari Jawa Tengah,” ungkapnya.
Hanya saja, upaya cek poin juga tidak bisa dilakukan maksimal lanyataran sapi-sapi yang masuk ke Kabupaten Cirebon ini tidak sedikit yang lewat jalan tol. (Ghofar)














































































































Discussion about this post