KAB. CIREBON, (FC).- Santri yang hanyut di Sungai Ciwaringin akhirnya ditemukan. Korban ditemukan tak bernyawa di pinggir sungai di wilayah Desa Karangsambung, Kecamatan Arjawinangun, Minggu (17/7) malam sekitar pukul 21.20 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun, korban ditemukan oleh seorang pencari katak yang disebut-sebut masih saudara korban. Pencari katak tersebut sengaja mencari katak di sepanjang tepi sungai Ciwaringin dengan harapan bisa menemukan korban yang sudah dua hari belum ditemukan. “Katanya sih pencari katak itu masih saudaranya,” ujar warga Tegalgubug, Rijal di lokasi ditemukannya korban.
Kuwu Desa Tegalgubug Lor, Dodo Widodo, membenarkan telah ditemukannya jasad korban di wilayah Desa Karangsambung tersebut. Itu artinya, jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal korban dinyatakan tenggelam.
Menurut Kuwu, korban merupakan santri baru di Pondok Pesantren Al-Anwariyyah, Tegalgubug Lor. Diketahui, korban merupakan warga Desa Temiang, Kroya, Indramayu kelahiran tahun 2009. “Korban sudah ditemukan tadi sekitar pukul 21.20 WIB, namanya Noval Arifin Zamzami dari Blok Cilege, Desa Temiang, Kroya, Indramayu,” kata Kuwu.
Selanjutnya, jasad korban dievakuasi oleh pihak kepolisian sektor Arjawinangun dan dibawa ke RSUD Arjawinangun.
Sebelumnya, pencarian korban hanyut di Sungai Ciwaringin kembali dilanjutkan. Di hari kedua ini kondisi arus air relatif landai karena debit airnya sudah menurun. Sejak pukul 08.00 WIB, tim sudah bergerak melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga ke Bendungan Karet yang ada di Desa Sibubut Kecamatan Gegesik.
Menurut anggota BPBD Kabupaten Cirebon, Solehudin, selain menyisir sungai menggunakan perahu karet, tim juga menyisir tanggul sungai dengan berjalan kaki. “Tim dibagi dua, ada yang di darat dan ada yang di air,” ujar Solehudin.
Tepat di bawah jembatan Gegesik, pencarian dilakukan dengan menyingkirkan tumpukan sampah yang tersangkut penyangga jembatan. Dimana, di tumpukan sampah berat tersebut jasad korban dimungkinkan turut tersangkut. Menurut Solehudin, jika menjelang petang jasad korban belum juga ditemukan, maka pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya. Hingga pukul 16.30 WIB jasad korban belum juga ditemukan. Pencarian hari kedua pun dihentikan dan akan dilanjutkan besok.
“Rencananya besok kita tambah perahu satu lagi dan tim yang menyisir di darat akan dimulai dari jembatan Gegesik ini sampai jembatan Panunggul,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Arjawinangun, Kompol Sayidi, menyampaikan, pencarian hari kedua dilakukan dengan menggunakan perahu dari Tegalgubug sampai ke wilayah Gegesik. Namun hingga hari mulai gelap korban belum juga ditemukan. Pihaknya memastikan, pencarian korban tenggelam ditunda sementara dan akan dilanjutkan besok pagi. “Kemarin kan air cukup deras, diperkirakan korban terbawa oleh arus yang deras itu. Besok kita akan lanjutkan pencarian dari Gegesik. Kalau sampai daerah Bungko tidak ketemu juga, kita akan gunakan tim penyelam karena barangkali korban tersangkut,” ujarnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post