“Jadi kami (Dinsos) bertugas mengumpulkan data, bagi calon penerima program ini berasal dari beberapa sektor. Ada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, sektor perdagangan UMKM, sektor transportasi, dan para pelaku seni,” kata Iing.
Masih dikatakan Iing, dari 11.200 KK yang diserahkan datanya, akan melalui proses verifikasi terlebih dahulu. Untuk itu Iing meminta kepada dinas-dinas terkait agar secepatnya memverifikasi, kemudian mengirimkan datanya kepada Dinas Sosial.
“Data ini ditunggu oleh Provinsi sampai 6 April, menurut Bapak Gubernur, program ini akan diluncurkan pada 24 April 2020,” tutur Iing.
Dari program tersebut, masing-masing KK akan diberi bantuan sebesar Rp 500 ribu per bulan. Jumlah tersebut terdiri dari Rp 150 ribu yang diberikan secara tunai melalui Kantor Pos, dan Rp 350 ribu berupa komoditas sembako.
“Kalau 500 ribu itu tidak semuanya uang, tetapi 150 ribu uang tunai yang 350 ribu berupa kebutuhan pangan yang nantinya dikirim melalui ojek online,” ungkap Iing.
















































































































Discussion about this post