KUNINGAN, (FC).- Kanker leher rahim dapat dideteksi secara dini, salah satunya dengan menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Metode IVA atau sering disebut dengan IVA tes merupakan metode yang mudah dan biaya yang murah, dengan cara sederhana, tetapi efektif untuk mendeteksi kanker leher rahim sedini mungkin.
Untuk melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan kanker payudara dan kanker serviks maka diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan kerampilan pada bidang tersebut.
Oleh karena itu dalam rangka peningkatan jumlah sumber daya manusia yang berkompeten, Dinas Kesehatan dan IBI Kabupaten Kuningan bekerjasama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jakarta menggelar Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Iva dan PAP Smear untuk Tenaga Medis dan Para Medis (Bidan).
Hal ini disampaikan oleh Ketua IBI Kabupaten Kuningan, Hj. Widyani AR saat diwawancara FC. Menurutnya pelatihan deteksi dini Kanker serviks dan kanker payudara sebagai salah satu penunjang dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kanker serviks dan kanker Payudara.
“Narasumber dari Tim YKI sendiri sebanyak 12 orang, narasumber lokal sp.OG dan dr. Spesialis Bedah,” Jelas Hj. Widyani AR.
Pelatihan yang diikuti oleh 31 bidan yang sebagian besar adalah pengurus IBI Kabupaten Kuningan ini berlangsung dari tanggal 25 sd 27 Januari 2020. Menurut salah satu Peserta Pelatihan, Teti Suryati, Am.Keb,SKM, setiap peserta akan mendapatkan materi pelatihan selama tiga hari, yang terbagi menjadi 2 hari untuk materi teori dan 1 hari untuk pelaksanaan praktek langsung ke sasaran yaitu WUS.
“Teori 2 hari di Aula BJB Kuningan Praktek hari ke 3 di UPTD PKM Sukamulya,” ujar Seksi Tata Usaha IBI Kuningan,Teti.
Dengan adanya Pelatihan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Iva dan PAP Smear untuk Tenaga Medis dan Para Medis (Bidan) ini, nantinya Dinas Kesehatan dan IBI Kabupaten Kuningan akan menghasilkan SDM-SDM yang terlatih dalam pelaksanaanDeteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Iva dan PAP Smear. (bambang)







































































































Discussion about this post