KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan mencatat penyaluran hampir dari 100 ton bahan pangan murah kepada masyarakat selama pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Ramadan.
Program yang digelar dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri tersebut menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan GPM terakhir Ramadan digelar di halaman Mushola Ar Rahmat yang berada di lingkungan Pendopo Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini disambut antusias masyarakat yang datang untuk membeli berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan selama bulan Ramadan pemerintah daerah telah melaksanakan GPM sebanyak 16 kali yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Kuningan, termasuk wilayah pelosok.
“Alhamdulillah selama Ramadan kami melaksanakan GPM sebanyak 16 kali di 15 kecamatan. Program ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau kecamatan-kecamatan di pelosok,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah, terutama menjelang Idul Fitri ketika harga kebutuhan pokok biasanya mengalami kenaikan.
Selain menjaga harga tetap terjangkau, pemerintah daerah juga berupaya memastikan ketersediaan pasokan pangan selama Ramadan.
Diskatan bahkan menyalurkan bahan pangan bersubsidi lebih dari 6,5 ton setiap hari sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Untuk pelaksanaan GPM terakhir di kawasan perkotaan, pemerintah menyiapkan pasokan lebih besar dibandingkan kegiatan di desa.
Jika di desa biasanya disediakan sekitar 2 hingga 3 ton, bahkan ada yang mencapai 4 ton, maka pada kegiatan di lingkungan Pendopo ini disiapkan sekitar 9,5 ton bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Berbagai komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut antara lain beras premium, minyak goreng, telur, serta daging sapi dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Sebagai contoh, beras premium dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, lebih murah dibandingkan harga di sejumlah daerah lain yang berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp85 ribu per 5 kilogram.
Sementara daging sapi dijual Rp120 ribu per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga di beberapa daerah lain yang mencapai Rp130 ribu hingga Rp135 ribu per kilogram.
Untuk komoditas telur ayam, pemerintah menjualnya sekitar Rp28 ribu per kilogram, yang juga berada di bawah harga pasar.
Wahyu menegaskan pemerintah daerah memastikan komoditas yang dijual melalui GPM lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.
“Pemerintah hadir agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga murah sehingga dapat lebih tenang dan khusyuk menjalankan ibadah di bulan Ramadan,” katanya.(Angga)












































































































Discussion about this post