KUNINGAN, (FC).- Beberapa ini publik di Kuningan diramaikan dengan pro dan kontra terkait wacana perubahan status Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menjadi Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang awalnya digulirkan oleh beberapa anggota DPRD Kuningan.
Beberapa wakil rakyat tersebut beralasan bahwa hal ini bukanlah keinginan dewan semata, tapi tuntutan masyarakat yang tinggal di Kaki Gunung Ciremai karena tidak bisa mengambil manfaatnya.
Menyikapi gonjang-ganjing perubahan status TNGC menjadi Tahura, Aktivis Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur), Okky Satria Jati mengingatkan agar waspada dan jeli. Karena, belakangan ini banyak slogan gerakan #Save Ciremai namun yang bergerak justru #SAVE TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI.
“Gerakan Save Ciremai bergerak agar rakyat berdaulat mengelola tata ruang dan konservasi hutan berbasis kepentingan lingkungannya dengan pelibatan rakyat,” ujar Okky.
Okky melihat, disatu sisi TNGC telah banyak kegagalan, diantaranya gagal melibatkan rakyat, gagal menangani kebakaran hutan yang makin meluas, gagal menaikkan debit cadangan air di banyak mata air wilayah Gunung Ciremai hingga rakyat di banyak desa tak mampu mengairi sawah dan kebunnya.












































































































Discussion about this post