“Namun Taman Nasional mampu menjual debit air nya? air milik siapa? dan untuk siapa?” tanya Okky dengan nada sinis.
Disisi lain, menurutnya konsep Tahura yang diusulkan Pemda Kuningan cq Bupati Kuningan Acep Purnama pun belum jelas visi dan bentuknya.
Tampaknya Bupati tidak pernah mengetahui dan memahami dasar konsep Gerakan Leuweung Padjadjaran yang kemarin dicanangkan oleh Ketum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri di Ciwidey lalu.
“Beginilah jika mengaku kader Marhaenis tapi tidak mengerti ajaran dan konsepsi Marhaenisme itu sendiri. Pelanggaran RTRW Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Cilimus yang semestinya wilayah pabrik hanya diperbokehkan seluas 1,5 hektar, namun prakteknya hingga 5 hektar lebih,” cetusnya.
Dan pelanggaran itu, Okky melihat telah sukses membuat perubahan peruntukan dari persawahan menjadi lahan perumahan, Ruko dan lain-lain.
Pelanggaran-pelanggaran wilayah resapan air dan wilayah tangkapan air menunjukkan perubahan daya dukungl lingkungan pada Kabupaten Kuningan.
“Ayo Rakyat Kuningan, Majalengka, dan Kabupaten Cirebon, kita harus bergerak lagi, jangan berhenti, perjuangan kita belum Selesai…#Save Ciremai,” ajak Okky.















































































































Discussion about this post