“Nah, kondisi tersebut menimbulkan permasalahan yang berujung pada pembukaan peti jenazah dan lainnya seperti yang ada pada video yang tersebar,” katanya.
Ismail menyayangkan pembukaan peti jenazah ini, karena jenazah adalah positif Covid-19. Perlu dilakukan tindak lanjut terkait hal ini, dan kewenangannya buka pihaknya.
Sedangkan dokter yang menangani pasien tersebut dr Agung menjelaskan, benar pasien tersebut adalah terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, pasien mengalami perburukan kondisi, diantaranya didimer nya meningkatkan. Didimer ini adalah hasil laboratorium yang menyatakan pasien faktor pembekuan darahnya meningkat.
Dalam kondisi tersebut, pasien diberikan alat bantuan pernafasan, tapi kondisinya tidak membaik. Sehingga pihaknya melakukan pemasangan ETT atau ventilator.
“Karena pernafasannya dalam kondisi memburuk, akhirnya pasien meninggal,” pungkasnya. (Tim/FC)
















































































































Discussion about this post