MAJALENGKA, (FC).- Karamnya KRI Nanggala 402 beserta 53 patriot bangsa di perairan Bali mengundang duka seantero negeri.
Secara khusus Dewan Syura DPP PKB, menggelar doa bersama untuk mengenang perjuangan 53 awak KRI Nanggala yang gugur sebagai kusuma bangsa.
Doa bersama dipimpin oleh Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid MA di Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Senin (27/4) malam. Hadir dalam doa bersama itu sejumlah tokoh PKB lainnya.
Ketua Panitia yang juga merupakan Pengasuh Ponpes Al Mizan, KH Maman Imanulhaq mengatakan, kegiatan ini merupakan respon para kiai terhadap berbagai fenomena kebangsaan dan rentetan peristiwa bencana dan musibah seperti yang menimpa KRI Nanggala 204.
“Kita sangat kehilangan dengan tengelamnya KRI Nanggala 402. Para kiai berzikir mendoakan 53 patriot bangsa yang memilih tetap di Samudera menjaga Indonesia tercinta,” ungkap Wakil sekretaris Dewan Syura DPP PKB, dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan , Selasa (27/4).
Forum itu, kata dia, juga akan mengusulkan dilakukannya revitalisasi armada TNI yang sudah uzur. Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan terulang.
Seperti diketahui, KRI Nanggala 402 yang telah dinyatakan ‘On Eternal Patrol’ oleh Panglima TNI sudah berusia 44 tahun.
“Gugurnya para pahlawan penjaga benteng NKRI ini harus memberikan motivasi kita semua untuk lebih bersatu dan mementingkan membangun negara dari semua aspek,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI ini.
Selain doa bersama, Dewan Syura PKB dalam kesempatan itu juga mengadakan kajian Al-Qur’an yang dipimpin oleh Jazilul Fawaid. Wakil Ketua Umum DPP PKB ini akan mengupas tema,
“Hakikat Kalimat Thoyyibah”, yang merupakan Kajian Tafsir Munir Surat Ibrahim, 24-25 bersama para Kiai Pengurus Dewan Syura PKB se-wilayah Subang, Majalengka, dan Sumedang. (Munadi)














































































































Discussion about this post