Teruslah Berbuat Baik, Karena Balasan dari Perbuatan Tersebut Kembali Kepada Kita
Mengawali karirnya di pendidikan non formal, membuatnya mempunyai banyak pengalaman dan prestasi. Dalam pendidikan non formal yang ia geluti setelah lulus SMA, ia merasakan banyak ilmu yang didapatkan dari hal tersebut.
Setelah lulus SMA, Yani membuka tempat kursus, karena ia tertarik di biang kecantikan, maka ia membuka tempat kursus kecantikan. Dari yang awalnya salon kecil di garasi rumahnya, sampai kemudian terus berkembang, sehingga banyak orang yang berhasil dari didikannya tersebut.
“Karena saya suka di bidang kecantikan, saya senang melihat orang-orang atau artis yang terlihat menarik saat tampil di layar kaca, padahal jika tidak memakai riasan tidak akan semenarik itu. Itulah yang membuat saya tertarik menekuni pendidikan non formal di bidang kecantikan,” ungkapnya
Dari pendidikan non formal tersebut, membuatnya berkeliling Indonesia untuk memberikan berbagai pelatihan. Selain itu, Yani pun bekerja sama dengan pemerintah pusat, Kemendikbud. Oleh karena itu, ia selalu dipanggil untuk menjadi narasumber dari Sabang-Merauke untuk mengisi materi-materi yang sudah disiapkan Kemendikbud.
“Artinyakan pendidikan non formal itu kalau menurut Undang-undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003, yang isinya adalah pendidikan di luar sekolah formal. Kebetulan saya memang mengelola sekolah kursus dan pelatihan dalam bidang kecantikan, serta menjadi ketua di berbagai organisasi yang bersangkutan dengan kursus dan pelatihan,” jelasnya.
Karena awal kecintaannya terhadap pendidikan non formal yang sudah ia geluti sejak tahun 2000 itu, Yani banyak di undang untuk membuat berbagai kebijakan, pedoman, dan semua hal yang berbau non formal, seperti pembuatan RPP, silabus, NSPN, dan lain-lain.
Karena sang suami yang bergerak di bidang pendidikan pula, maka Yani berpikir bahwa dirinya ingin mencoba bergerak di pendidikan formal. Oleh karena itu, dirinya memtuskan untuk melanjutkan S2 di Universita Gunung Jati (UGJ) dan mengambil Fakultas Hukum Kesetahan pada tahun 2010-2013, lalu ia menjadi dosen di STIKES Mahardika Cirebon.
Menurutnya, pendidikan non formal dan pendidikan formal tidak jauh berbeda, karena sama-sama hal yang bergerak di bidang pendidikan.
Nama : Dr. Yani Kamasturyani, SKM., MH.Kes
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 28 Agustus 1965
Jabatan : Ketua STIKES Mahardika dan Penggiat di Pendidikan Non Formal
Riwayat Pendidikan
S1 STIKES Mahardika : Prodi Kesehatan Masyarakat 2003 – 2007
S2 Universitas Gunung Jati (UGJ) : Fakultas Hukum Kesehatan 2010 – 2013
S3 Universitas Negeri Semarang : Manajemen Pendidikan 2014 – 2018
Riwayat Karir
Sebagai pendidik di bidang non formal sejak tahun 2000 – sekarang
Menjabat sebagai Ketua STIKES Mahardika sejak tahun 2015 – sekarang











































































































Discussion about this post