KOTA CIREBON, (FC).- Pandemi Covid-19 ini membuat pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, sempat dibatasi.
Berbagai layanan kependudukan, walaupun tidak dihentikan namun masyarakat harus antre, bahkan banyak masyarakat yang tidak kebagian nomor antrean.
Namun seiring berjalannya waktu, dengan protokol kesehatan dan vaksinasi, menurut Kadisdukcapil Kota Cirebon Atang Hasan Dahlan, pihaknya bertahap menambah frekuensi pelayanan kependudukan.
Baik di kantornya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maupun pelayanan jemput bola.
“Iya kita ingin memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Tapi karena pandemi ini belum juga berakhir, pelayanan harus disesuaikan dengan protokol kesehatan,” jelas Atang kepada FC, Rabu (17/3).
Terkait layanan kependudukan dengan sistem jemput bola, Atang memaparkan, petugas akan mendatangi warga yang ingin melakukan misalnya perekaman e-KTP.
Diprioritaskan sistem ini diberikan kepada warga yang memiliki disabilitas atau lanjut usia. Yang karena keterbatasan fisiknya tidak bisa datang ke Kantor Disdukcapil atau kecamatan.
“Sistem jemput bola ini berdasarkan permintaan dari RW maupun pihak keluarga. Dengan alasan pemohon tersebut adalah penyandang disabilitas ataupun susah lansia. Sebelumnya juga kita sudah turun ke RW-RW jika ada permintaan. Tapi untuk disabilitas dan lansia kita langsung datang ke rumahnya,” paparnya.
Disebutkannya, tahun lalu pihaknya sudah melayani lima warga disabilitas yang memerlukan layanan perekaman e-KTP. Sedangkan tahun ini baru tiga warga dan bisa saja meningkat karena masih bulan Maret.
Pelayanan jemput bola turun ke masyarakat, dijelaskan Atang, sudah mulai kembali dilakukan sejak Februari lalu, bahkan saat hari libur pun, jika diperlukan petugas siap diturunkan ke lapangan untuk memberikan pelayanan.
Sasarannya, yang utama adalah mereka para wajib KTP baru yang belum melakukan perekaman, sisanya adalah mereka para pemilik KTP hilang atau rusak.
“Dulu keliling tiap hari rabu ke sekolah, sasarannya para pemula, kita jemput bola ke kelurahan, setiap Sabtu Minggu, intinya kita memudahkan pelayanan, terlebih pandemi,” ucap mantan Kadishub ini mengakhiri. (Agus)

















































































































Discussion about this post