KOTA CIREBON, (FC).- Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020 yang diteken pada 2 April lalu, memerintahkan Pemda selambat-lambatnya tujuh hari setelah instruksi diterbitkan melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.
Bila tidak, Menteri Keuangan dengan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri melakukan penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) dan atau Dana Bagi Hasil (DBH) sampai dengan disampaikannya laporan dimaksud sesuai peraturan perundang-undangan.
Untuk Kota Cirebon refocusing anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) senilai Rp47 miliar. Namun besaran ini dipertanyakan anggota DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani. Pasalnya pada rapat sebelumnya, anggaran refokusing ditetapkan sebesar Rp34 miliar, namun setelah dibahas ulang oleh pihak eksekutif bertambah cukup signifikan.
“Kami tahu dari media, refocusing Rp47 miliar, padahal pada rapat pihak eksekutif menyampaikan Rp34 miliar. Naiknya signifikan, dan ini tidak sepengetahuan kami sebagai fungsi penganggaran,” ujar Dani ditemui FC di Gedung DPRD Kota Cirebon, Rabu (29/4).
Politisi PAN ini menilai, refocusing anggaran untuk BTT Covid-19 Pemkot Cirebon tanpa melibatkan legislatif adalah mencederai fungsi dari dewan. Karena apapun anggaran yang berkaitan dengan penggunaan uang rakyat harus mendapatkan pembahasan dan persetujuan dari dewan.
Diapun mempertanyakan dasarnya apa sehingga nilai refocusing bertambah. “Minimal bila tidak dilibatkan, kami yang ada di Gedung DPRD ada pemberitahuan berupa tembusan dari refocusing yang baru,” tegas Dani.
Bila sudah demikian, maka pihaknya akan melaksanakan fungsi pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan BTT tersebut. Terutama dalam penyerapan dari SKPD yang mengalokasikan anggaran BTT. Bila ada temuan atau laporan akan kami panggil, bila perlu laporkan ke pihak yang berwajib.
“Ada beberapa masukan dan rekomendasi yang kami terima, untuk membuat pansus-pansus Gugus Tugas Covid-19. Pansus akan mengawasi kinerja OPD yang terlibat langsung mengalokasikan anggaran BTT penanganan Covid-19,” pungkasnya. (gus)











































































































Discussion about this post