KAB. CIREBON, (FC).- Desa Karangasem Kecamatan Karangwareng Kabupaten Cirebon termasuk salah satu Keluarga Donor Darah (KDD) yang jadi penyuplai darah terbesar di wilayah timur Kabupaten Cirebon.
Atas dasar itu, Desa Karang Asem resmi ditetapkan menjadi Kampung Donor oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon, Kamis (30/10).
Peresmian dilakukan oleh Sekretaris PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema, lantaran Ketua PMI Kabupaten Cirebon, Sri Heviyana, berhalangan hadir karena undangan dari PMI Provinsi Jawa Barat, namun apresiasi terhadap inisiatif ini tetap tinggi.
Mewakili PMI Kabupaten Cirebon, Aris Sugema menjelaskan bahwa program Kampung Donor Darah di Desa Karangasem menjadi prioritas yang didukung penuh oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon.
“Kebutuhan darah terus meningkat, dan karena tidak ada teknologi untuk membuat darah, peran donor darah sangat strategis, kebetulan juga Pemda mempercayakan PMI dalam hal ini,” ujarnya.
PMI bersama pemerintah desa aktif melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya donor darah.
Desa Karangasem diharapkan menjadi tolok ukur bagi wilayah Cirebon timur dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat donor darah.
“Desa Karangasem adalah kampung donor ke-9. Konsistensi warga dalam melakukan donor darah menjadi alasan utama pemilihan ini. Rata-rata, setiap kegiatan donor darah di sini diikuti oleh 50 pendonor,” tambah Aris.
Baca Juga: Desa Tanjunganom Menuju Kampung Donor Darah Pertama di Kab. Cirebon
Selain keberhasilan program Kampung Donor Darah, PMI Kabupaten Cirebon juga meraih berbagai prestasi membanggakan.
Salah satunya adalah penghargaan sebagai yang terbaik di Indonesia dalam kategori Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI pada tahun 2024.
Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cirebon juga telah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan meraih juara 1 Jumbara PMI tingkat nasional.
Sertifikasi CPOB ini membuktikan kemampuan UTD dalam memproduksi plasma, termasuk plasma konvalesen selama masa pandemi COVID-19.
Sementara Kuwu Karangasem, Budi Ledlawan, menyampaikan rasa bangganya atas ditetapkannya Desa Karangasem sebagai Kampung Donor Darah.
“Program ini akan menjadi program berkelanjutan. Kami berharap warga terus aktif melakukan donor darah,” katanya.
Budi juga menambahkan bahwa desanya telah rutin mengadakan kegiatan donor darah selama tiga tahun terakhir.
“Inilah alasan mengapa kegiatan ini diadakan di desa kami. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini,” tutupnya.
Dengan adanya Kampung Donor Darah ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat, sehingga kebutuhan darah di Kabupaten Cirebon dapat terpenuhi. (Nawawi)











































































































Discussion about this post