“Kan bahaya kalau kita sedang memulihkan tiba-tiba si mesinnya (pelaku industri) terkena virus, mesin ekonominya,” tambah Emil.
Dengan bantuan alat PCR portable, dikatakan Emil, kini seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat dapat menaikan test Swab kepada masing-masing warganya.
Dengan PCR portable, sambungnya, seluruh masyarakat termasuk yang berada di daerah pelosok dapat dijangkau untuk dilakukan test, karena bentuk alatnya yang dirancang mudah dibawa kemana-mana.
“Karena yang kena Covid ini bukan hanya warga di perkotaan yang mudah datang dan pergi ketempat pengetesan, tapi kita paham di kabupaten-kabupaten ini banyak daerah yang jauh terpencil. Oleh karena itu kita bergerak, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membeli sebanyak 29 (red_alat PCR), dibagikan kepada 27 Kota/Kabupaten dan untuk keperluan provinsi 2, yaitu kita sebut alat PCR potable. Ini bisa dibawa-bawa ke tempat-tempat terpencil,” Jelasnya.
Dengan diberikannya bantuan alat PCR portable yang harga tiap unitnya hampir mencapai Rp 1 Milyar itu, Gubernur berharap, seluruh Kabupaten/Kota dapat memaksimalkan penggunaannya.
”Saya tidak mendengar provinsi lain melakukan hal yang sama, tapi mudah-mudahan Jawa Barat selalu terdepan dalam inovasi,” harap Emil.
Sementara, Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda berharap dengan adanya PCR Protable, permasalah Covid -19 di kuningan bisa terselesaikan, dengan semakin massif pengetesan, maka semkin cepat pula antisipasi penanganannya.
“Kita ingin segera zona hijau, tapi karena memang daerah urban, banyak warga kuningan bekerja di luar Kuningan itu yang sulit dikendalikan. Maka untuk lebih menekan lagi patuhi protokol kesehatan, dengan tetap menggunakan masker dimanapun berada, dan menjaga kebersihan,” kata Ridho. (Ali)
















































































































Discussion about this post