KOTA CIREBON, (FC).- Dalam menghadapi cuaca ekstrim yang tengah terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia termasuk di Kota Cirebon, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Cirebon mengintensifkan penyiraman tanaman.
Penyiraman secara rutin selama musim kemarau penting dilakukan agar menjaga keindahan dan kesejukan di Kota Cirebon.
Selain itu, tanaman yang subur dan hijau dapat mengurangi tingkat polusi, sehingga kualitas udara di Kota Cirebon semakin baik. Dalam penyiraman DPRKP Kota Cirebon selalu berkoordinasi dengan PDAM untuk ketersediaan air. Penyiraman tanaman meliputi median jalan, tugu pensil, taman pedati gede, dan lainnya.
Kepala DPRKP Kota Cirebon Wandi Sofyan mengatakan, untuk menjaga kesuburan dan keindahan taman pihaknya melakukan pemeliharaan serta penyiraman sebanyak dua kali dalam sehari.
“Penyiraman dilakukan dua kali, pagi antara pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Malam juga kita melakukan penyiraman tanaman dimulai pukul 23.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB,” katanya, Selasa (17/10).
Selain melakukan penyiraman tanaman pihaknya juga menjaga kelestarian tanaman dengan cara pemangkasan dan pembersihan daun-daun kering.
“Selain penyiraman kami juga memangkas dahan-dahan pohon yang panjang sekaligus membersihkan ranting atau daun-daun yang sudah mengering,” imbuhnya.
Dalam satu lali penyiraman, pihaknya mengerahkan beberapa tim menggunakan kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan penyiraman.
“Di jalan-jalan protokol atau jalan besar di median jalan kami menggunakan mobil truk tangki dengan kapasitas sekitar 4 ribu liter. Di jalan-jalan yang lain kami menggunakan kendaraan roda tiga dengan kapasitas dibawah saribu liter,” terangnya.
Ia menjelaskan, sejak memasuki musim kemarau iklim di Kota Cirebon terbilang ekstrim yang menyebabkan tanaman cepat mengalami kekeringan. Oleh karena itu, pihaknya tidak pernah terlambat memberikan asupan air agar tanaman tidak kekeringan.
“Musim kemarau ini waktunya lebih lama dari biasanya, suhu panasnya juga lebih tinggi. Jika tidak diberikan air yang cukup tanaman akan cepat kering. Karena air sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesis bagi tanaman,” tuturnya.
Ia menghimbau, kepada masyarakat diminta untuk turut andil dalam pemeliharaan tanaman khususnya yang ada di lingkungan masing-masing.
“Kami juga membutuhkan partisipasi masyarakat, khususnya memelihara tanaman yang ada di lingkungan terdekat. Sehingga program pemeliharaan tanaman ini terintegrasi dari tingkat warga hingga daerah,” pungkasnya. (Frans)


















































































































Discussion about this post