Farid juga memastikan, bahwa chlorine yang dihasilkan sesuai dengan standar disinfektan WHO saat virus H5N1 mewabah beberapa tahun lalu, yaitu dengan kandungan 0,05 persen.
Sementara itu, menurut Kepala Disnaker Kota Cirebon, sekaligus Koordinator Distribusi disinfektan, Agus Sukmanjaya mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan disinfektan dari Cirebon Power.
Menurut Agus, Pemerintah Kota Cirebon telah satu minggu melakukan penyemprotan disinfektan, namun hal ini kerap terkendala karena kesulitan untuk mendapatkan disinfektan. “Selain permintaan banyak, tapi susah dapat barangnya, dan harganya mahal,” kata Agus.
Agus mengungkapkan, Kota Cirebon membutuhkan sekitar 8 ribu liter disinfektan per hari untuk melakukan penyemprotan fasilitas umum, ruang publik, dan pemukiman penduduk. Sehingga bantuan dari Cirebon Power ini sangat membantu dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona di Kota Cirebon.
Agus juga sudah berencana untuk membagikan disinfektan pada masyarakat, melalui 249 Rukun Warga (RW) yang ada di Kota Cirebon. Rencananya, setiap RW akan mendapat 10 liter, dan distribusinya akan dilakukan di masing-masing kelurahan.
















































































































Discussion about this post