KAB. CIREBON, (FC).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon melakukan penguatan mitigasi bencana.
Salah satunya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah desa rawan bencana alam.
Masyarakat dilatih bagaimana melakukan penanggulangan bencana jika terjadi bencana alam di wilayahnya.
Mitigasi bencana merupakan upaya tindakan-tindakan untuk memperkecil dan mengurangi dampak yang ditimbulkan dari suatu bencana.
Fasilitator Pendamping Destana, yang juga anggota Satgas BPBD Kabupaten Cirebon, Rinaldi Indra Santoso menyebutkan, sebanyak 27 desa telah terbentuk Destana, 9 desa di tahun 2020 dan 18 desa di tahun ini termasuk kegiatan pelatihan di Desa Gebang Ilir Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Selasa 8/6).
“Desa Gebang Ilir termasuk daerah rawan bencana alam, karena setiap tahun terkena musibah banjir. Maka kita bentuk Destana di sini, mengingat keterbatasan tenaga relawan penanganan bencana, dan yang kedua karena memang posisinya atau lokasinya jauh, sehingga lebih baik harus dibentuk Destana,” jelas Rinaldi.
Sedikitnya 50 orang yang mendapatkan pelatihan kesiaga bencanaan, dengan dibagi dua kelompok, meliputi kelompok relawan dan kelompok kerja.
“ Semoga mereka bisa menggetoktularkan kepada masyarakat sekitarnya. Yang telah dilatih minimal mereka bisa evakuasi mandiri artinya bisa menyelamatkan diri sendiri, anaknya, keluarganya, dan lingkungan tetangga dan sekitarnya. Jadi harus persiapkan SDM nya karena tadi dua hal pertama keterbatasan personilnya,” katanya.
Pelatihan digelar selama 5 hari yang meliputi teori dan praktek simulasi penanganan bencana disesuaikan dengan bencana apa yang sering terjadi di desa ini.
Dimasa pendidikan pelatihan tersebut juga akan dulakukan survai lapangan terkait bencana apa yang sering terjadi dan bagaimana pula cara penanganannya.
“Destana dibentuk setelah kita tentukan apakah desa tersebut merupakan zona bahaya bencana maka di situlah munculnya Desa Tangguh Bencana,” bebernya.
Ketua Destana Desa Gebang Ilir Sulaeman mengungkapkan, pelatihan ini sangat bermanfaat karena masyarakat telah diberikan pengetahuan terkait kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir yang memang desanya menjadi langganan banjir tiap tahunnya.
“Harapan kami, dengan dibentuknya Destana, masyarakat desa bisa mandiri dalam melakukan penanganan bencana sebelum tim SAR atau tim BPBD menolong,” harapnya.
Sebanyak 50 warga dilatih selama 5 hari Senin-Jumat (7-12/6) bertempat di Balai Desa Gebang Ilir Kecamatan Gebang Kabuaten Cirebon. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post