SUBANG, (FC).- Kota Cirebon memiliki 11 perlintasan sebidang antara jalur rel kereta api dan jalan protokol dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Kondisi ini masih menjadi persoalan kemacetan yang belum mampu teratasi selama ini.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, persoalan perlintasan sebidang kereta api ini diungkapkan Walikota Cirebon Cirebon, Effendi Edo.
Edo menyampaikan, Pemerintah Kota Cirebon telah mengusulkan pembangunan elevate track sebagai solusi mengatasi kemacetan di Kota Cirebon.
“Kota Cirebon itu butuh elevate perlintasan sebidang kereta api, dari mulai Krucuk sampai dengan Pegambiran,” ungkap Edo, dikutip dari akun Youtube Lembur Pakuan Channel, Selasa (5/8).
Elevate Track dimaksud adalah meninggikan jalur kereta api di atas permukaan jalan, sehingga kereta api tidak lagi berada pada ketinggian yang sama dengan jalan.
Baca Juga: Pemkot dan DPRD Kota Cirebon Cari Solusi Kemacetan Akibat Perlintasan Sebidang KA
“11 jumlahnya, dan itu setiap 7 sampai 8 menit sekali perlintasan sebidang itu ditutup jalannya. Jadi ini sangat mengganggu,” tambah Walikota Edo.
Edo mengungkapkan, Pemkot Cirebon sudah berkirim surat ke Kemenhub terkait usulan pembangunan elevated track itu, namun belum ada jawaban.
“Kita proyeksi 5 tahun ke depan ini bisa berhenti kendaraan karena ada perlintasan 11 perlintasan sebidang. Makanya kami Kota Cirebon mengusulkan untuk elevated track dari Krucuk sampai Pegambiran kurang lebih 7 kilometer,” jelas Edo
Menanggapi penyampaian Walikota, Gubernur Dedi Mulyadi meminta agar surat yang ditujukan ke Kemenhub tersebut agar dikirimkan ke dirinya. “Nanti siapkan saja suratnya, nanti ke Pa Menhub,” kata Kang Dedi Mulyadi, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat.
Sebagaimana pernah diberitakan FC sebelumnya, pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 memicu peningkatan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon.
Dampaknya, kemacetan terjadi di beberapa perlintasan sebidang di Kota Cirebon. Pemkot Cirebon bersama Dirjen Perkeretaapian Kemenhub tengah mempertimbangkan dua opsi untuk mengatasi permasalahan ini, yaitu dengan pembangunan elevated track atau flyover.
Gapeka 2025 membawa perubahan signifikan, termasuk meningkatnya jumlah perjalanan kereta api di Daop 3 Cirebon dari 174 perjalanan (Gapeka 2023) menjadi 178 perjalanan, serta adanya 22 perjalanan kereta api baru. (Andriyana)















































































































Discussion about this post