KOTA CIREBON, (FC).- Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Ramaijon Purba memastikan bahwa pihaknya telah siap sepenuhnya untuk melaksanakan program penyaluran bantuan pangan nasional tersebut.
“Penyaluran sudah dimulai sejak Senin (14/7), setelah seluruh elemen pendukung logistik dan administrasi dinyatakan siap,” ujarnya saat ditemui, Jumat (18/7).
Kata dia, Untuk bulan Juni dan Juli masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan 20 kilogram beras. Dari program Bantuan Pangan Nasional telah mampu menurunkan lonjakan harga beras di pasar hingga Rp1.000 per 5 kilogram.
Ramaijon mengungkapkan bahwa Bulog telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat TNI/Polri, demi memastikan kelancaran distribusi. Ia juga menegaskan bahwa stok beras di wilayah kerja Bulog Cirebon dalam kondisi aman.
“Untuk wilayah kerja kami, baik dari sisi stok maupun distribusi, tidak ada kendala. Insya Allah mulai hari Senin penyaluran dapat dilakukan serentak di empat wilayah,” jelasnya.
Adapun empat wilayah yang akan menerima bantuan meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan. Total alokasi bantuan untuk dua bulan mencapai sekitar 98 ribu ton beras.
Berikut rincian jumlah penerima bantuan dalam satu bulan penyaluran: Kota Cirebon: 27.000 penerima, Kabupaten Cirebon: 220.000 penerima, Kabupaten Majalengka: 140.000 penerima dan Kabupaten Kuningan: 110.000 penerima
Ramaijon menjelaskan bahwa daftar penerima bantuan telah ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional dari Kementerian Sosial.
“Bulog hanya bertugas menyalurkan sesuai daftar yang telah diberikan. Data penerima sudah ditentukan oleh pusat,” ujarnya.
Beras yang disalurkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) jenis medium hasil pengadaan tahun 2024. Ramaijon memastikan kualitas beras telah melewati proses pengecekan dan layak konsumsi.
“Beras yang kami salurkan sudah kami pastikan kualitasnya bagus dan layak dikonsumsi. Tidak ada masalah dengan kualitas,” tegasnya.
Target penyelesaian penyaluran bantuan ini adalah pada akhir Juli 2025. Ramaijon mengimbau seluruh pihak untuk turut serta mendukung proses distribusi agar tepat waktu dan tepat sasaran.
Secara nasional menurut Ramaijon, adanya bantuan pangan dalam bentuk beras ini berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertanian telah mampu menurunkan lonjakan harga beras di pasaran sekitar Rp1000 per 5kg atau Rp200 per kg.
Dalam upaya antisipasi kenaikan harga beras, menurut Kabulog bahwa selama ini program SPHP baru dilakukan empat kegiatan seperti operasi pasar, koperasi, pemerintah dan outlet pemerintah.
Rencananya akan ada penambahan perluasan program dengan melakukan sinergi bersama BUMN, Pos dan Giro, TNI untuk melakukan program gerakan pangan murah.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan lancar dan bisa meringankan beban masyarakat,” ucapnya.
Sementara menanggapi isu dugaan beras oplosan yang sempat mencuat, Ramaijon menegaskan bahwa Bulog tidak terlibat dalam praktik tersebut.
“Kalau memang ada, itu patut dipertanyakan kepada oknum pengusaha beras yang memiliki mesin penggilingan padi. Bulog tidak pernah melakukan hal semacam itu. Fokus kami hanya pada program resmi dari pemerintah,” tegasnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post