“Insya Allah semua akan berjalan kondusif dan mayarakat bisa mengerti yerkait persoalan banprov ini karena bukan hanya di Desa Pabuaran Lor saja tapi terjadi juga di deda-desa lainnya,”ungkapnya.
Sementara, untuk program Banprov pada penyaluran tahap dua ada pengurangan jumlah penerima dari 985 KK hilang 300 KK. Untuk antisipasi persoalan tersebut pihaknya akan menerjunkan aparat desanya untuk mendata ulang bagi keluarga yang lebih mampu dan melakukan pengurangan pada KK gemuk dalam satu keluarga.
“ Misalkan dalam satu keluarga besar ada 4 KK sebagai penerima program Banprov maka akan dikurangi menjadi 2 KK dan akan dialihkan yang namanya dicoret pada penyaluran Banprov tahap dua,” ucapnya.
Sementara Camat Pabuaran, H. Choliqussurur dalam kesempatan tersebut mengingatkan kepada masyarakat penerima program BLT DD di Desa Pabuaran Lor yang telah diberikan sesuai Permendes PDTT sebesar Rp600 ribu per penerima.
“Kami mohon kepada seluruh penerima program agar bisa menyisihkan sebagian bantuannya untuk dapat bisa membayar pajak karena itu kewajiban sebagai bagian seluruh warga negara,”pungkasnya.
Ia menekankan jangan sampai ada oknum yang bermain yang meminta atau mencabut dari jumlah yang diterima dengan alasan apapun. “ Penerima program BLT DD tidak boleh ada yang melakukan pencabutan,” tandasnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post