KAB. CIREBON, (FC).- Bulan Ramadan ini, selain diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh, umat muslim rata-rata berlomba-lomba untuk memperbanyak pahala, mulai dari memperbanyak ibadah, juga di bulan yang penuh berkah ini banyak yang memanfaatkan untuk bersedekah demi membantu sesama.
Kabupaten Cirebon saat ini sedang dihadapi dengan permasalahkan stunting yang angkanya masih tinggi.
“Dengan banyaknya yang gemar bersedekah selama bulan Ramadan, kami para ASN Kabupaten Cirebon memiliki ide. Kenapa tidak kita membantu untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak balita di bawah 2 tahun yang kekurangan nutrisi dan kurang gizi lewat sedekah itu. Alhamdulillah responnya sangat luar biasa, bukan hanya dari kalangan ASN, tetapi Non ASN, anggota DPRD juga masyarakat lainnya sangat support,” kata Agung Gumilang salah satu ASN pencetus ASN Peduli Stunting di Kabupaten Cirebon, Minggu (10/4).
Dikatakan Agung, sedekah ini berupa santunan untuk pemberian makanan tambahan pada anak-anak yang gizinya memang kurang terpenuhi dengan baik. Kurang lebih nanti selama 30 hari ke depan atau selama bulan puasa sedekah ini diarahkan untuk dapat memenuhi makanan tambahan kepada anak-anak yang disinyalir stunting.
“Kalau se-Kabupaten Cirebon sangatlah banyak. Tetapi kami coba target utamanya sementara ini 80 anak khusus yang ada di Sumber saja dulu, diantaranya di Kelurahan Sumber 26 anak, Perbutulan 14 anak, Babakan 20 anak, Desa Matangaji 2 anak dan Desa Sidawangi 18 anak. Ke depan akan menyeluruh ke sertiap kecamatan, karena stunting ini bukan hanya di Sumber, melainkan hampir di setiap desa ada,” ungkapnya.
Masih dikatakan Agung, stunting itu tiga penyebabnya selain makanan juga soal buruknya sanitasi dan soal pola asuh. Kali ini pihaknya menintervensi minimalnya dalah pemenuhan gizi bagi anak-anak balita di bawah 2 tahun untuk dapat terpenuhi gizinya.
Lanjutnya, pemberian sedekah bentuknya adalah pemberian makanan berupa pangan, seperti nasi, lauk pauknya adalah ikan, tahu, sayur, dan buah-buahan.
“Ini murni dari sedekah, tidak menggunakan APBD, kalau menggunakan dana swadaya masyarakat sifatnya jauh lebih fleksibel ketimbang anggaran formal. Alhamdulillah responnya sangat baik,” imbuhnya.
ASN peduli stunting di Kabupaten Cirebon ini adalah perdana di tahun ini. Istilahntya adalah test drive. Ke depan pihaknya akan mengevaluasi, jika selama bulan Ramadan ini sasaran yang sudah ditentukan ini berhasil, dan ada peningkatan, maka akan dilanjutkan dan menyasar kecamatan-kecamatan lainnya.
“Nanti kita evaluasi, jika bagus ya kita akan lanjut, kita tidak hanya sebulan karena paling singkat itu untuk melihat tren progresif tidaknya anak itu, terutama mendapat tambahan itu minimal ya 3 bulan, nanti kita lihat indikasinya dari minimal berat badan sebelum dan setelah intervensi apakah ada perubahan atau tidak,” kata Agung.
ASN peduli stunting di Kabupaten Cirebon ini bukan hanya murni dari kalangan ASN, melainkan komunitas masyarakat, teman-teman DPRD, para pedagang dan Karang Taruna.
“Teknis penyaluran sedekah atau pemberian asupan gizi bagi anak-anak itu adalah bermula makanan diolah oleh ibu-ibu PKK setempat, kemudian teman-teman Karang Taruna menjemput kemudian disalurkan kepada sejumlah 80 anak sasaran itu,” pungkasnya. (Ghofar)












































































































Discussion about this post