KAB. CIREBON, (FC).- Memasuki musim penghujan Pemerintah Desa Gembongan Mekar Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon membangun Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dari pemukiman warga menuju saluran pembuangan besar yang juga anak sungai Ciberes.
Kuwu Desa Gembongan Mekar, Kamaludin menjelaskan, ada sejumlah wilayah di sudah padat penduduk namun belum memiliki SPAL yang mampu secara maksimal menjadi saluran pembuangan terutama di saat musim penghujan.
Imbasnya, kata Kuwu, tiap hujan besar terjadi genangan air di lingkungan perumahan warga, kondisi SPAL yang ada merupakan SPAL lama yang sudah terjadi kerusakan disisi-sisinya sehingga saluran tersumbat.
“Saluran yang ada kurang maksimal sehingga kalau hujan air lambat mengalir, tetapi ketika hujan reda genangan air juga habis, “ungkapnya, Kamis (8/10).
Ditambahkan Kamaludin, sebenarnya ada beberapa titik lagi SPAL yang harus diperbaiki, namun karena anggaran dari sumber Dana Desa (DD) pada tahun ini lebih dikonsentrasikan untuk penanganan Covid-19 sehingga banyak perencanaan pembangunan SPAL yang terpaksa ditunda. Hanya dari sumber Bantuan Gubernur yang bisa direalisasikan, diharapkan pada anggaran tahun depan seluruh titik SPAL yang akan dibangun bisa terselesaikan semua.
Baca Juga: Surplus Padi, Desa Gembongan Mekar Didaulat Jadi Kampung Tangguh
“Harapan kita dengan dibangunnya SPAL yang baik, kedepan tidak ada lagi genangan air dilingkungan warga,”jelasnya.
Sementara Ketua TPK, Wakyo menjelaskan bahwa SPAL yang dibangun dari sumber dana Bangub tahun 2020 sekitar Rp. 92 juta ini diperuntukkan membangun SPAL di RT Dusun , SPAL dibangun sengaja menggunakan batu agar mempunyai kekuatan yang lama, dimensi SPAL sendiri pihaknya dibuat lebar baeah 35 cm, lebar atas 25 cm dengan ketinggian 60 cm, SPAL dibangun sepanjang 350 meterdari pemukiman warga menuju saluran pembuangan besar atau curah yang merupakan anak sungai Ciberes.
“Bangunan SPAL yang lama dibangun dari batu bata sehingga banyak yang rusak dan menutupi saluran, oleh karenanya kita bangun SPAL baru dengan menggunakan batu agar bisa awet, kita juga buat lebih lebar dan dalam agar aliran air bisa maksimal,”terang Wakyo yang diamini Aan Suhanto. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post